Breaking News:

Risky dan Farah Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019

Malam penobatan Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 berlangsung meriah di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

Editor: bakri
SERAMBI/BUDI FATRIA
Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati foto bersama dengan Risky Abdullah Saidi dan Farah Faizah setelah penobatan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019, pada Grand Final di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Rabu (11/9/2019) malam. 

BANDA ACEH - Malam penobatan Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 berlangsung meriah di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Rabu (11/9) malam. Ratusan tamu undangan hadir menyaksikan penobatan tersebut, mereka bertahan hingga acara selesai, sekira pukul 01.00 WIB. Ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang diikuti 46 peserta dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sejak 8 September 2019 lalu.

Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin turut hadir bersama tamu undangan lainnya, termasuk tamu dari Jakarta dan para dewan juri. Acara malam penobatan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 ini berlangsung meriah dengan konsep acara yang fantastis.

Agam Risky Abdullah Saidi dari Kabupaten Aceh Barat serta Inong Farah Faizah dari Kota Banda Aceh, dinobatkan sebagai Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019. Keduanya berhasil menyingkirkan 44 finalis lainnya atau 22 pasangan dari masing-masing kabupaten/kota di Aceh.

Awalnya, kedua milenial ini terlebih dulu masuk dalam 10 besar. Kemudian dari sepuluh besar, sukses menuju enam besar, lalu terpilih kembali menjadi tiga besar.

Saat itulah  penentuan sengit mulai dilakukan. Masing-masing terpilih tiga besar diuji langsung oleh dewan juri di hadapan para tamu undangan yang hadir. Mereka menjawab berbagai pertanyaan dari para dewan juri, sesuai dengan nomor yang dipilih oleh masing-masing kontestan.

Ada yang disoal seputar pariwisata, keterkaitan pariwisata dengan pengembangan teknologi 4.0, hingga kaitan syariat Islam dengan pengembangan sektor pariwisata.

Setelah semua proses dilalui termasuk unjuk bakat parade kostum Nusantara, tibalah waktunya penentuan atau penobatan Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019. Dua Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh sebelumnya, berjalan mondar-mandir mencari siapa yang akan menerima kalungan selempang. Suasana tampak senyap, peserta hingga penonton menunggu dengan penuh pengharapan.

Akhirnya, selempang Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 dikalungkan kepada Rizki dan Farah. Sontak, para penonton histeris. Mereka berdiri memberi aplus kepada Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 yang baru saja dinobatkan.

Sebagai Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019, Rizky dan Farah berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 8 juta dan ragam hadiah lainnya. Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati dan Kadis Pariwisata Aceh, Jamaluddin menyerahkan langsung ragam hadiah kepada Rizky dan Farah. Sejumlah peserta lain juga menerima hadiah, setelah meraih juara 2, 3, harapan 1, dan berbagai kategori lainnya.

Untuk diketahui, persaingan para Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 sudah berlangsung sejak 8 September. Mereka dikarantina guna dilakukan berbagai penilaian. Pada malam penobatan, ke-23 pasangan tersebut juga tampil berbalut baju adat daerah (kabupaten) masing-masing.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Rahmadhani, menyampaikan, pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 perdana dilakukan di Aceh. "Sebanyak 46 peserta (23 pasang) yang merupakan perwakilan dari 23 kabupaten/kota ikut dalam ajang ini," kata Rahmadhani.

Ajang ini diharapkan melahirkan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 yang siap mempromosikan pariwisata Aceh.

Sementara itu, Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin, membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh menyampaikan selamat kepada para finalis Putra Putri Nusantara Aceh dari berbagai wilayah, yang ikut serta dalam pemilihan ini. "Kami yakin, tentunya tidak mudah bagi para dewan juri untuk memilih duta wisata Aceh yang terbaik dari semua peserta yang bersaing pada ajang ini. Kami bisa memaklumi, karena yang menjadi peserta dalam pemilihan ini adalah putra-putri terbaik Aceh dari berbagai daerah," katanya.

Semua putra putri yang ikut dalam pemilihan ini, lanjut Jamaluddin, pantas diapresiasi. Sebab mereka berani tampil sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Aceh untuk terlibat aktif melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata Aceh.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved