Sabtu, 11 April 2026

Berita Subulussalam

Hari Ini HUT Ke-57 Subulussalam, Ini Sosok Pria Pencipta Logo Pemerintah Kota Subulussalam

Akhirnya dari sederet nama peserta yang mengikuti sayembara, muncul nama Rasudin Sehat sebagai pemenang ditetapkan 26 April 2008

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
RASUDIN SEHAT, pencipta logo Kota Subulussalam 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Hari ini, Sabtu (14/9/2019) merupakan momen paling bersejarah bagi Kota Subulussalam.

Pasalnya, pada tanggal dan bulan tersebutlah nama Subulussalam ditabalkan Prof A Hasjmi yakni tanggal 14 September 1962, saat beliau  menjabat Gubernur Aceh sehingga, sehingga menjadi hari ulang tahun yang diperingati saban tahun.

Nah, meski ulang tahun Subulussalam ini bukan peringatan secara yuridis atau de facto tapi pada kenyataan even tersebut digelar secara pemerintahan.

Sehingga dengan demikian maka HUT Subulussalam tidak terlepas dari pemekaran Kota Sada Kata ini 2 Januari 2007 silam.

Maka itu, setiap momen HUT Subulussalam kerap termaktub cerita pemekaran 13 tahun lalu.

Baca: Karier Irjen Firli Bahuri, Dari Polri Hingga Jadi Ketua KPK, Punya Harta Rp 18 Miliar Lebih

Jadi, seiring dengan itu, bilapun ini terkait dengan pemekaran Subulussalam dari level kecamatan menjadi sebuah kota pemerintahan ada sederet sejarah yang tercecer dan patut dicatat agar kelak diketahui generasi mendatang.

Salah satunya tentang siapa pencipta logo Kota Subulussalam.

Adalah almarhum, Rasudin pria kelahiran Rundeng, 1950 ini termasuk berjasa bagi Kota Subulussalam.

Dia adalah sang maestro alias pencipta lambang daerah (logo) Kota Subulussalam.

Sehat, begitu panggilan singkat yang akrab dituturkan masyarakat terhadap Rasudin.

Buah karyanya yang sejatinya dikenang sepanjang zaman tapi banyak tak tau.

Baca: Siswa MTsN 3 di Aceh Barat Shalat Ghaib untuk Alhmarhun Presiden Ketiga RI BJ Habibie

Mantan karyawan PT Hargas Industries Indonesia (HII) ini pemenang lomba menciptakan logo Kota Subulussalam bergambar padi dan kapas, bintang, perisai, rantai, pohon kelapa sawit, pedang, kitab dan pepinangan dengan kombinasi warna hijau, merah, kuning dan hitam.

Kisah ini berawal 2008 lalu atau setahun setelah Subulussalam resmi menjadi Pemerintahan Kota. 

Ketika itu, masih dalam masa pemerintahan dipimpin Pj Wali Kota Subulussalam Asmauddin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved