KKR Aceh

BRA, KKR, dan Mualem Berkunjung ke Timor Leste, untuk Apa?

Sebuah tim gabungan dari Aceh dan Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Timor Leste sejak 14-22 September 2019.

BRA, KKR, dan Mualem Berkunjung ke Timor Leste, untuk Apa?
HUMAS BRA
Tim dari Aceh dan Kemenkumham RI foto bersama sesaat setelah mendarat di Timor Leste. 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebuah tim gabungan dari Aceh dan Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Timor Leste sejak 14-22 September 2019.

Tim gabungan ini terdiri atas Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Tgk Muhammad Yunus, sejumlah Komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, Anggota DPR Aceh, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem, serta Dirjen Kementerian Hukum dan HAM RI.

Tim ini berada di bekas provinsi ke-27 Indonesia itu selama sembilan hari mengikuti sejumlah kegiatan yang sudah diagendakan.

"Tujuan mereka ke negara muda itu adalah dalam rangka pembelajaran tentang mekanisme reparasi dan rekonsiliasi di Timor Leste," kata Kepala Humas BRA, Cut Aja Muzita MPA kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Minggu (15/9/2019) malam.

Menurut Cut Aja, keikutsertaan BRA di dalam tim ini adalah untuk mewakili Pemerintah Aceh yang mengemban tugas sebagai pelaksana rekomendasi reparasi KKR Aceh sebagaimana diatur  pada Pasal 12 ayat (2) huruf g Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Reintegrasi Aceh.

Sebagaimana diketahui, Timor Leste pernah mengalami peristiwa kelam di masa lalu, yakni terjadinya serangkaian kejahatan kemanusiaan terhadap ratusan ribu warganya saat menuntut pemisahan diri dari Indonesia.

Setelah melepaskan diri dari Indonesia --melalui referendum yang diizinkan Presiden BJ Habibie pada tahun 1999-- Pemerintah Timor Leste dengan dukungan PBB membentuk Komisi Kebenaran, Penerimaan, dan Rekonsiliasi serta Unit Pengadilan Serius di Timor Leste.

Pemerintah Timor Leste juga membuat program untuk pemenuhan hak korban serta reformasi institusi.

Sementara itu, bersama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Timor Leste membentuk satu-satunya komisi kebenaran yang bersifat regional, yaitu Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia dan Timor Leste. Komisi ini telah menyelesaikan tugasnya pada tahun 2008.

Halaman
123
Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved