Breaking News:

Kaget, Bangun Pagi Lihat Mobil tak Lagi Miliki Ban

Hj Murniati Ahmad kaget bukan kepalang saat melihat mobil Avanza Veloz milik suaminya yang diparkir di pekarangan rumah sudah tak lagi

DOK POLSEK SAMALANGA
Empat roda mobil Toyota Avanza Veloz milik H Basyir, warga Desa Matang Wakeuh, Kecamatan Samalanga, Bireuen, hilang pada Sabtu (14/9/2019). 

* Maling Roda Beraksi Lagi di Bireuen

 BIREUEN - Hj Murniati Ahmad kaget bukan kepalang saat melihat mobil Avanza Veloz milik suaminya yang diparkir di pekarangan rumah sudah tak lagi memiliki roda (velg dan ban). Empat roda mobil tersebut raib digondol maling yang belakangan ini marak di Aceh.

Sabtu (14/9) pagi kemarin, seperti biasanya Hj Murniati, ke luar rumah. Waktu masih menunjukan pukul 06.00 WIB. Begitu keluar, matanya langsung tertuju ke mobil Avanza yang memang diparkir tepat di pekarangan depan rumahnya, Gampong Matang Wakeuh, Samalanga, Bireuen.

Namun yang membuat dia kaget, mobil Avanza itu sudah tak lagi memiliki roda, diganti dengan potongan kayu dan besi bekas. Sepeda Pixie warna hitam putih yang disimpan berdekatan dengan mobil juga ikut hilang. Ia pun dengan tergopoh-gopoh ia memanggil suaminya, H Basyir (59) yang pagi itu masih berada di dalam rumah. H Basyir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Samalanga.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah SIK didampingi Kapolsek Samalanga, Iptu Bahrun, mengatakan, timnya saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut, serta memintai keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Pihaknya mengaku sedang mengembangkan berbagai informasi menyangkut lima kasus serupa yang terjadi di Bireuen. “Kami sedang menyelidiki ke lima kasus tersebut dan berharap peran aktif masyarakat menginformasikan apabila ada yang mencurigakan,” ujar Kasat Reskrim.

Selain itu, Kasat Reskrim serta Kapolsek Samalanga juga mengingatkan masyarakat agar memarkirkan kendaran di tempat aman karena tidak tertutup kemungkinan akan ada kejadian serupa di kemudian hari, jika pemilik mobil tidak memarkirkan pada tempat yang aman.

Untuk diketahui, kasus pencurian roda mobil yang dialami H Basyir merupakan yang kelima terjadi di Bireuen. Kasus pertama terjadi pada 29 Juni 2019 lalu yang menimpa Jailani (56) warga Dusun BTN Kupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang.

Pencurian kembali lagi terjadi pada 3 Agustus 2019, yang menimpa mobil Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup di Dusun Bale Kuneng, Desa Pante Gajah, Peusangan. Selanjutnya pada 6 Agustus 2019 yang menimpa Kepala MTsN Peudada atau MTsN 4 Bireuen, Musmulyadi, yang saat itu memarkirkan mobil Toyota Rushnya di rumah sang adik, Gampong Desa Padang Kasab, Peulimbang.

Awal September kemarin (1/9), kasus yang sama juga dialami Unzir (40), warga Dusun Dicot Keutapang, Gampong Cot Keutapang. Roda mobil Feroza

Independen miliknya yang diparkir di garasi terbuka, pada pagi hari itu diketahui sudah tidak lagi memiliki roda.

Selain di Bireuen, kasus pencurian roda mobil ini juga terjadi di empat kapubaten lainnya, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Besar. Namun sampai saat ini, pelakunya belum berhasil ditangkap.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved