Selasa, 28 April 2026

Berita Pidie

Abusyik Marah-marah Saat Buka Rapat Koordinasi Turun ke Sawah di Oprom Bupati Pidie

Ia menyebutkan, saat ini yang dibutuhkan pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Pidie yang berkonstribusi positif atau melahirkan inovasi bagi daerah.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Rapat koordinasi (Rakor) jadwal tanam padi masa tanam rendengan. Rapat ini di Oprom Bupati Pidie, Sigli, Senin (16/9/2019). SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR 

Ia menyebutkan, saat ini yang dibutuhkan pejabat dan ASN di lingkungan Pemkab Pidie yang berkonstribusi positif atau melahirkan inovasi bagi daerah.

Abusyik Marah-marah Saat Buka Rapat Koordinasi Turun ke Sawah di Oprom Bupati Pidie

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik marah-marah saat membuka rapat koordinasi (Rakor) jadwal tanam padi masa tanam rendengan di oprom bupati setempat, Senin (16/9/2019).

Rapat tersebut dilaksanakan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie.

Ikut hadir Plt Sekda Pidie, H Maddan, Asisten Tiga Setdakab Pidie, Mutiin, Forkopimda Pidie, camat dan sejumlah peserta rapat.

Pantauan Serambinews.com, Senin (16/9/2019), Abusyik marah-marah saat seorang camat tertidur ketika bupati berpidato di luar teks.

Abusyik sempat berang melihat seorang camat tertidur saat dirinya memaparkan masalah pangan.

"Volume saya berbicara kan besar, tapi kok camat enak-enaknya tidur di sini. Kalau tak sanggup bekerja mengundurkan diri saja," tegas Abusyik yang membuat seisi ruang oprom diam.

Baca: Peserta Aksi Akui Ada Bagi-bagi Uang Rp 50 Ribu, Ini Tuntutan Demontran di Depan KPK

Baca: Kalahkan Ujong Pacu, PS Batuphat Timur ke Final Arun Muara Satu Cup

Baca: Buku Biografi The Habibie Series Banyak Dicari di Toko Buku New Zikra Banda Aceh

Ia menyebutkan, saat ini yang dibutuhkan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pidie yang berkonstribusi positif atau melahirkan inovasi bagi daerah.

ASN, ujarnya, yang hanya duduk dan banyak bicara tidak segan-segan akan dievaluasi untuk dinonjobkan.

Kata Abusyik, sejak dirinya memimpin Pidie, sekitar delapan pejabat telah lempar handuk.

"Kenapa tidak 1.000 PNS yang lempar handuk. Kalau memang tidak sanggup bekerja, lebih bagus lempar handuk saja," kata Abusyik

Ia menegaskan membangun Pidie lebih bagus bukan untuk bupati, melainkan untuk masyarakat.

Makanya, ASN harus bahu membahu bekerja memberikan yang terbaik untuk Pidie.

"Kita ini lamiet (pelayan) masyarakat," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Abusyik, menegaskan, Dinas Pertanian Pidie harus meningkatkan kualitas pangan, bukan kuantitasnya.

Selain itu, petani juga agar tak lagi menggunakan pestisida pada tanaman, karena tanaman akan terkontaminasi dengan racun.

"Saat dikonsumsi membahayakan tubuh manusia," jelas Abusyik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved