Berita Aceh Utara

IRT Aceh Utara Polisikan Keuchik, Ini Pengakuan Pelapor

"Pemilik warung tersebut menyebutkan, ibu saya tercatat sebagai penerima BPNT, tapi bantuan itu diambil oleh keuchik,” katanya.

IRT Aceh Utara Polisikan Keuchik, Ini Pengakuan Pelapor
For Serambinews.com
ILUSTRASI - Camat Kutablang bersama Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Progam BPNT Bireuen, Kamis (13/4/2019) menyerahkan kartu ATM program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun ini. 

“Saya mengetahui kejadian tersebut oleh pemilik warung tempat seharusnya ibu saya mengambil bantuan. Pemilik warung tersebut menyebutkan, ibu saya tercatat sebagai penerima BPNT, tapi bantuan itu diambil oleh keuchik,” katanya.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Sabtu (14/9/2019) melaporkan keuchik setempat, Hasanuddin kepada Polres Aceh Utara atas dugaan penipuan.

Pasalnya, Maimuan mengaku, tidak mendapatkan haknya berupa bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dari pemerintah untuk jatah September.

Anak tiri korban, Jafaruddin (35) kepada Serambinews.com Senin (16/9/2019) menjelaskan, ibunya mulai mendapatkan bantuan BPNT dari pemerintah mulai Juni 2019.

Baca: Fraksi DPRK Bireuen Terbentuk, Pengesahan Tunggu Paripurna, PNA Belum Bersikap

Bantuan tersebut berupa telur satu papan dan beras enam kilogram untuk tiap bulannya.

Namun, bantuan Juni dan Juli, hanya diberikan separuhnya oleh keuchik.

Sedangkan Bulan Agustus kata anak tiri korban, bantuan tersebut tidak diberikan lagi.

“Saya mengetahui kejadian tersebut oleh pemilik warung tempat seharusnya ibu saya mengambil bantuan. Pemilik warung tersebut menyebutkan, ibu saya tercatat sebagai penerima BPNT, tapi bantuan itu diambil oleh keuchik,” katanya.

Kemudian ia menelusurinya, dan setelah diketahui ternyata benar adanya bantuan tersebut.

Baca: Polisi Minta Warga Pasang Alat Bantu Penerangan, Pastikan Galus Bebas Kasus Pencurian Velg dan Ban

Bahkan, kata Jafaruddin, bantuan untuk jatah Desember baru diantar pada Minggu (15/9/2019) malam ke rumah ibunya, karena terdengar kabar, persoalan itu sudah dilaporkan ke polisi.

“Tidak mungkin tidak melaporkan kasus itu ke polisi, karena itu ibu saya, meskipun itu ibu tiri tapi itu ibu saya. Selain itu warga juga mencaci, karena dianggap tidak peduli dengan ibu saya. Karena itu saya berharap kasus itu dapat diproses secara hukum,” ujar pemuda Trieng Pantang tersebut. (*)    

Baca: Arena MTQ Aceh di Pidie Ditutup Sementara untuk Warga

Penulis: Jafaruddin
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved