N Istri Ketujuh Pria M, Kasus Kadi Liar Nikahkan Pasangan Masih Beristri dan Bersuami

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Safrizal SAg mengungkapkan, dari keterangan yang diperolehnya

N Istri Ketujuh Pria M, Kasus Kadi Liar Nikahkan Pasangan Masih Beristri dan Bersuami
For serambinews.com
Kepala KUA Kaway XVI didampingi keuchik mendatangi Polsek Kaway XVI, Jumat (13/9/2019). Dok KUA Kaway XVI     

MEULABOH - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Safrizal SAg mengungkapkan, dari keterangan yang diperolehnya ternyata wanita N (20) yang dinikahkan oleh pria M (36) melalui kadi liar di Desa Pasi Tengoh, Kecamatan Kaway XVI pada 10 September 2019 lalu, ternyata adalah istri ketujuh dari pria tersebut.

“N ini adalah pernikahan ketujuh kalinya bagi pria M,” ungkap Safrizal saat mendatangi Polsek Kaway XVI, Senin (16/9). “Dari laporan keuchik bahwa pria M saat ini telah membawa pulang wanita N ke rumahnya di Desa Peunia,” imbuh dia.

Kepala KUA Kecamatan Kaway XVI ini menegaskan, pernikahan yang dilakukan oleh kadi liar itu dianggap tidak sah secara hukum negara karena tidak tercacat dan tidak melalui prosedur berlaku sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Artinya, dalam hal ini kita tidak mempermasalahkan seseorang untuk menikah lebih dari satu. Silakan saja yang ingin berpoligami seperti yang dilakukan oleh pria M, tetapi tetap harus melalui aturan yang berlaku, termasuk melalui proses di Mahkamah Syari’yah (MS),” tegasnya.

Ia menekankan, semua proses pernikahan semestinya sesuai dengan Undang-undang (UU) Perkawinan sehingga tidak ada yang dirugikan. “Makanya, kita mendorong pasangan yang ingin menikah untuk menempuh prosedur resmi sehingga kadi-kadi liar ke depan tidak lagi ada. Jadi, harapan kita kepada warga yang ingin menikah silakan melapor ke KUA dan mengikuti aturan yang berlaku, baik secara agama maupun negara,” imbaunya.

Kasus kadi liar ini mencuat setelah Kepala KUA Kaway XVI, Aceh Barat, Safrizal SAg mendatangi Polsek setempat, Jumat (13/9), untuk berkoordinasi terkait temuan ada seorang penghulu atau kadi liar yang menikahkan secara diam-diam satu pasangan tanpa melapor ke KUA. Selain tidak melapor sebagaimana aturan dalam UU Perkawinan, diduga pasangan yang dinikahkan itu masing-masing masih terikat perkawinan yang sah. Artinya, untuk yang perempuan masih memiliki suami sah dan juga pasangan laki-laki masih memiliki istri.

Pada bagian lain, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Safrizal Sag pada Senin (16/9), resmi membuat laporan ke Polsek Kaway XVI, kabupaten setempat terkait kasus kadi atau penghulu liar yang diduga telah menikahkan pasangan yang masih terikat tali perkawinan. “Hari ini (Senin-red), kita datang membuat laporan resmi. Kami diarahkan menemui Kanit Reskrim Polsek,” kata Safrizal.

Menurut Kepala KUA Kecamatan Kaway XVI itu, pelaporan tersebut harus dilakukan pihaknya agar aparat berwenang dapat memproses kadi liar sesuai aturan berlaku di Indonesia, karena penghulu liar tersebut diduga telah melanggar Undang-undang Perkawinan. “Dasarnya kadi liar telah menikahkan secara diam-diam atau siri. Apalagi dari laporan berkembang, masing-masing pasangan masih memiliki suami dan istri sah,” tandasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved