Breaking News:

Ratusan Hektare Pala Mati, Diserang Penggerek Batang dan Jamur Akar Busuk

Ratusan hektare (ha) tanaman tanaman pala yang merupakan salah satu komoditi unggulan Aceh Barat Daya (Abdya) mati diserang hama

Editor: bakri
Getty Images
Ilustrasi buah pala. 

BLANGPIDIE- Ratusan hektare (ha) tanaman tanaman pala yang merupakan salah satu komoditi unggulan Aceh Barat Daya (Abdya) mati diserang hama. Dampaknya, tingkat produksi pala pun merosot secara drastis.

Data yang diperoleh Serambi dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distanpan) Abdya menyebutkan, areal tanaman pala di daerah itu mencapai 2.697 hektare (ha) yang tersebar dalam delapan kecamatan, kecuali Kecamatan Susoh. Namun, dari luas itu, 716 hektare di antaranya telah punah karena diserang hama mematikan. “Berdasarkan data sementara yang diperoleh dari kelompok tani bahwa tanaman pala yang telah mati akibat serangan hama seluas 716 ha,” kata Kabid Perkebunan Distanpan Abdya, Azwar SHut kepada Serambi, Senin (16/9).

Azwar menyatakan, luas areal tanaman pala yang sudah mati itu merupakan data lama yang belum diperbarui. Sebab itu, ia meyakini, areal tanaman pala yang sudah mati itu luasnya lebih besar dari 716 ha. “Dari 2.697 ha areal pala di Abdya, diperkirakan 50 persen atau sekitar 1.348 ha di antaranya telah mati akibat serangan hama,” sebutnya.

Menurut dia, sebagian besar tanaman pala itu mati karena diserang hama penggerek batang dan jamur busuk akar. Sedangkan serangan hama terparah terjadi di Kecamatan Jeumpa, terutama kawasan pegunungan Gampong Alue Seulaseh, Alue Sungai Pinang, Jeumpa Barat, Kuta Jeumpa, dan Cot Manee.

“Untuk Kecamatan Setia, hama ini menyerang tanaman pala di kawasan Gunong Jirat. Hama yang sama juga menyerang tanaman pala milik petani di Kecamatan Blangpidie, Tangan-Tangan, Manggeng, hingga Lembah Sabil,” paparnya. “Serangan hama penggerek batang dan jamur akar tersebut sudah terjadi sejak belasan tahun lalu, tapi hingga sekarang belum ditemukan obat pembasmi yang ampuh,” tukas Kabid Perkebunan Distanpan Abdya ini.

Lebih lanjut, Kabid Perkebunan Distanpan Abdya, Azwar SHut mengungkapkan, untuk menanggulangi serangan hama penggerek batang dan jamur akar busuk yang menyerang tanaman pala itu, sejumlah tenaga ahli dari Dinas Perkebunan Aceh dan tim IPB Bogor sudah turun ke lapangan. Namun, hingga sekarang hasilnya belum memuaskan karena serangan hama mematikan itu memang sulit dikendalikan.

Azwar mengulas, hama penggerek batang dan jamur akar busuk membuat tanaman pala mati secara mendadak. Sebab, tanaman yang terkena hama inidaunnya menjadi layu dan segera berubah menjadi kuning, serta tak lama kemudian mati, sehingga tanaman pala yang semula tampak hijau dalam waktu singkat hanya tinggal ranting saja. “Hama ini bukan saja menyerang tanaman pala tua atau telah berumur puluhan tahun, tetapi juga tanaman pala muda atau tanaman yang diremajakan,” tukasnya.(nun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved