Sabtu, 13 Juni 2026

Aceh Hebat

Dyah Erti Idawati, Intens Bina Petani Tiram

WAKIL Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, selama ini dirinya kerap mengunjungi petani tiram

Tayang:
Editor: bakri
IST
Dr Ir Dyah Erti Idawati MT 

WAKIL Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengatakan, selama ini dirinya kerap mengunjungi petani tiram di beberapa daerah di Aceh. Menurutnya, petani tiram juga harus menjadi komponen masyarakat yang berkecukupan dan sejahtera.

"Saya sebagai Wakil Ketua PKK Aceh akan terus membina petani tiram secara intens agar mereka bisa mendapat income (pendapatan) yang membaik," kata Dyah saat menerima audiensi pengusaha dari Malaysia di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, kawasan Blangpadang, Banda Aceh, Selasa (17/9/2019).

Selain memperoleh income yang baik, menurutnya, para petani tiram juga harus dibina dalam hal memgatur keuangan agar penghasilan yang mereka peroleh dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan keluarga. Dalam hal pemasaran, Istri Plt Gubernur Aceh itu mengatakan, Aceh selama ini masih terkendala dalam mengeskpor berbagai komoditas. Sebab, tambahnya, komoditas dari Aceh harus diekspor melalui pelabuhan di Sumatera Utara.

Karena itu, ia menyambut baik rencana sejumlah pengusaha dari Malaysia yang ingin mengembangkan bisnis dan budidaya tiram di Aceh. "Kami sangat senang terhadap rencana pengusaha Malaysia yang ingin membantu untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, termasuk petani tiram," ungkap Dyah di hadapan Ceo Kholysa Group Berhard Malaysia, Zaifudin Ramli, serta sejumlah pimpinan perusahaan asal Malaysia seperti Zin Ali dari Venture Builder dan Mohd Halim Ibrahim dari Ibraz Group.

Perangi Stunting

Pada bagian lain, Dyah Erti Idawati mengajak masyarakat Aceh memerangi stunting guna menghasilkan generasi unggul sebagai penerus bangsa di masa mendatang. Ajakan itu disampaikan Dyah saat memberikan materi tentang penanganan dan pencegahan stunting kepada peserta pelatihan peningkatan kapasitas kader masyarakat, di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Selasa (17/9/2019).

Secara garis besar, sebutnya, stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi tidak sempurna. Seperti tubuh anak menjadi lebih pendek dan berat badannya kurang (kurus). “Stunting juga mengakibatkan keterlambatan perkembangan otak, sehingga berdampak pada terhambatnya kecerdasan anak tersebut,” ungkap Dyah seperti disampaikan Biro Humas Pemerintah Aceh dalam siaran pers yang diterima Serambi, Rabu (18/9/2019).

Karena itu, Dyah ingin ibu-ibu di seluruh Aceh memberi asupan gizi yang cukup kepada  anaknya sejak dari dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Sebab, 70 persen perkembangan otak anak dimulai pada usia tersebut dan akan terus meningkat hingga 90 persen pada usia lima tahun. Ia menambahkan, penanganan pencegahan stunting harus dimulai dari tingkat gampong melalui Posyandu.

Dyah juga mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Aceh sedang menggalakkan program isi piringku. Program tersebut diarahkan pada keragaman makanan dalam satu piring yang mencakup protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral seimbang, sehingga gizi anak setiap hari mencukupi. 

Pada kesempatan itu, Dyah juga memperkenalkan peserta pelatihan tentang tata cara mencuci tangan dengan baik untuk mencegah anak dan ibu terkontaminasi bakteri yang masuk melalui tangan. Menurutnya, mencuci tangan dengan baik dan bersih juga merupakan cara ampuh untuk mencegah stunting, di samping dengan melakukan olahraga rutin serta menjaga lingkungan hidup agar tetap rapi, teratur, bersih, serta sanitasi yang baik. (jal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved