Tanaman Obat

Bappeda Aceh Tamiang Koleksi 60 Jenis Tanaman Obat, Masyarakat Dipersilakan Ambil Manfaatnya

Pria yang akrab disapa Anto ini menjelaskan Toga merupakan program nasional yang bertujuan menggalakkan lagi pemakaian obat herbal.

Bappeda Aceh Tamiang Koleksi 60 Jenis Tanaman Obat, Masyarakat Dipersilakan Ambil Manfaatnya
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT WIGUNA
Kepala Bappeda Aceh Tamiang Rianto Waris saat meninjau perawatan tanaman obat di kantornya, Jumat (20/9/2019). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Taman tanaman obat keluarga (Toga) di halaman Kantor Bappeda Aceh Tamiang saat ini sudah diisi 60 jenis.

Tanaman ini tersusun rapi di dalam sebuah taman yang dibangun di sisi kiri Kantor Bappeda. Masing-masing tanaman sudah dilengkapi informasi mengenai jenis.

"Ke depannya mengenai manfaat tanaman ini juga akan kita tulis," kata Kepala Bappeda Aceh Tamiang, Rianto Waris, Sabtu (20/9/2019).

Pria yang akrab disapa Anto ini menjelaskan Toga merupakan program nasional yang bertujuan menggalakkan lagi pemakaian obat herbal.

Baca: Polisi Tahan Orang Tua yang Rantai Anaknya Bila tak Bawa Uang Setelah Mengemis

Baca: Dukung Pembangunan Pelabuhan, Pengusaha Aceh Tamiang Keruk Alur dan Bersihkan Areal

Baca: Dua Grup Teater dari Aceh Gagal Raih Kemenangan Lomba Drama Pendek di Jakarta, Ini Sebabnya

Anto menyebut saat ini Taman Toga Bappeda sudah terisi 60 jenis tanaman obat. Sebagian disebutnya tanaman langka yang memiliki khasiat besar bagi kesehatan.

"Kami punya bunga ajaib. Selama ini kita memang kurang peduli dengan tanaman-tanaman herbal seperti ini, sehingga tidak terawat dan menjadi langka," jelasnya.

Dia memastikan budidaya tanaman di kantornya akan dirawat dengan baik. Taman seluas 7x6 meter yang ada saat ini disebutnya sebagai langkah awal, karena ke depannya akan dilakukan perluasan di atas lahan 6x10 meter.

Dipastikannya pula kalau masyarakat dipersilahkan memetik tanaman di Taman Toga sesuai kebutuhannya.

"Sebaliknya, kami juga terbuka menerima sumbangan tanaman dari masyarakat. Nanti nama yang menyumbang akan kami tulis, biar transparan," kata Anto.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved