Jamaah Zikir Diajak Hijrah ke Lembaga Keuangan Syariah  

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengajak jamaah zikir yang memadati aula pendopo, Kamis (19/9) malam untuk berhijrah

Jamaah Zikir Diajak Hijrah ke Lembaga Keuangan Syariah   
FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh,Aminullah Usman, menyosialisasikan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah kepada jemaah Zikir Gemilang di pendopo, Kamis (19/9/2019) malam. 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengajak jamaah zikir yang memadati aula pendopo, Kamis (19/9) malam untuk berhijrah dari menggunakan layanan lembaga keuangan konvensional ke syariah.

"Jika ada di antara jamaah yang masih memiliki simpanan atau rekening di bank konvensional, saatnya hijrah. Pindahkan semua ke bank syariah agar sesuai dengan syariat Islam," ajak Wali Kota.

Karena mulai 2020, sebutnya, seluruh lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh harus sudah berbasis syariah, seiring dengan efektifnya pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

"Bukan hanya perbankan, tetapi juga termasuk asuransi, koperasi, leasing, pegadaian, BUMG, dan lembaga keuangan lainnya. Sesuai qanun itu, pada 2023 nanti sudah tidak ada lagi lembaga keuangan konvensional di Aceh," kata Aminullah yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh.

Menurutnya, cara membedakan mana lembaga keuangan konvensional atau syariah cukup mudah; yang satu menerapkan sistem bunga atau riba, sementara satunya bagi-hasil. "Saatnya kita semua hijrah ke lembaga keuangan syariah."

Ia menambahkan, penerapan syariat Islam di Aceh selama ini hanya berfokus pada persoalan akidah, akhlak, dan syiar Islam. "Sementara terkait muamalah seakan terlupakan sehingga kita terlena hingga saat ini. Padahal dalam keseharian kita selalu bergelut dengan muamalah," ungkapnya.

Oleh sebabnya, pada Tausyiah dan Zikir Gemilang kali ini, ia sengaja mengundang seorang pakar ekonomi syariah, Prof Dr Nazaruddin MA untuk mengupas  Qanun LKS. "Semoga memberi pencerahan bagi kita semua tentang pentingnya bermuamalah sesuai demgan tuntunan Al-Quran dan Hadis."

Di antara ribuan jamaah yang hadir, turut bergabung seratusan ibu-ibu dari kawasan Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Mereka khusus hadir ke Banda Aceh untuk mengikuti agenda rutin mingguan di pendopo tersebut. "Terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah zikir, khususnya yang dari Woyla. Ini menjadi bukti jika zikir semakin menjadi bagian dari warga Aceh," pungkasnya.

Usai tausyiah dari Prof Nazaruddin, acara dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Tgk Asy'ari Ibrahim, Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman Aceh. Tak lupa, jamaah juga memanjatkan doa bagi kesuksesan Kafilah MTQ Banda Aceh yang akan tampil pada MTQ Aceh ke-34 di Sigli, Pidie, 20-28 September 2019. (Hba/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved