Pemko Langsa Peringatkan Pengusaha, Delapan Rumah Makan dan Café tak Bayar Pajak

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa memberi surat peringatan kepada pengusaha yang tidak membayar pajak

Pemko Langsa Peringatkan Pengusaha, Delapan Rumah Makan dan Café tak Bayar Pajak
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Tim gabungan Pemerintah Aceh Barat Daya mensosialisasikan pentingnya memiliki SIUP, SITU dan membayar pajak kepada salah seorang pedagang bangunan 

LANGSA-  Pemerintah Kota (Pemko) Langsa memberi surat peringatan kepada pengusaha yang tidak membayar pajak. Delapan usaha rumah makan dan café mendapat peringatan keras, agar segera membayar pajak dari setiap pembayaran pelanggan, sebesar 5 persen.

Kabid Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Langsa, Mahlil SH, mengatakan, delapan  surat telah dikirimkan kepada pengelola rumah makan dan cafe daerah ini. Disebutkan, surat peringatan ini dikirimkan melalui pertugas Satpol PP dan WH untuk diberikan kepada pemilik usaha rumah makan serta sejenisnya maupun café.

Dia menjelaskan mereka belum membayar pajak sesuai ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Pemko Langsa.  Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Wali Kota Kota Langsa Nomor 24 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pajak Restoran.

"Setelah surat peringatan ini diberikan, tapi hingga batas waktu yang telah ditentukan mereka tidak melaksanakan kewajibannya, maka akan diambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. Mahlil menambahkan, Pemko Langsa dalam juga akan melakukan penertiban terhadap cafe dan rumah makan, terutama yang telah beroperasi sejak lama, untuk melihat sudah menerapkan aturan itu atau belum.

Dia mengatakan para pemilik usaha restoran dan rumah makan serta cafe ini belum memungut 5 persen dari total pembayaran pelanggannya. Dikatakan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial antara pengusaha rumah makan dan cafe lainnya, yang selama ini telah menerapkan atau memungut 5 persen pajak dari jumlah pembayaran pelanggan.

"Penerapan ini dikhususkan terlebih dahulu kepada pengusaha rumah makan dan cafe yang telah lama beroperasi, bagi yang baru beroperasi diberikan pengecualian hingga waktu ditentukan," imbuhnya.

Dia menjelaskan pemungutan 5 persen dari total pembayaran pelanggan di restoran dan cafe ini guna mendukung destinasi wisata yang kini sedang digalakkan Pemko Langsa. Tetapi, juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan digunakan untuk pembangunan Kota Langsa, tandasnya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved