Tradisi Peziarah Sumbar, Masak Lemang dalam Kompleks Makam Syekh Abdurrauf As-Singkili

Setiap tahun, peziarah asal Sumatera Barat (Sumbar) selalu berbondong-bondong datang ke Kabupaten Aceh Singkil

Tradisi Peziarah Sumbar, Masak Lemang dalam Kompleks Makam Syekh Abdurrauf As-Singkili
SERAMBI/DEDE ROSADI
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid diberi lemang saat menemui peziarah asal Sumatera Barat di kompleks makam Syekh Abdurrauf As Singkili, Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Senin (16/9/2019) malam. 

Setiap tahun, peziarah asal Sumatera Barat (Sumbar) selalu berbondong-bondong datang ke Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan utama mereka adalah berziarah ke makam ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf As-Singkili di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil.

Seperti pekan ini, sekitar 800 anggota rombongan peziarah dari berbagai pelosok Sumatera Barat kembali datang ke Singkil. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para peziarah ini berkumpul di masjid yang dibangun di sekitar kompleks makam Syekh Abdurrauf. Uniknya, penziarah ini tak datang dengan tangan kosong, tapi sudah lengkap dengan semua peralatan untuk menopang kehidupan mereka selama berziarah.

Untuk kebutuhan konsumsi misalnya, rombongan penziarah itu membuka dapur umum di sebuah bangunan yang terletak masih dalam kompleks makam. Makanan yang paling banyak dimasak penziarah asal Minangkabau itu ternyata adalah lemang. Salutnya, lemang itu bukan hanya diperuntukkan untuk dikonsumsi para penziarah saja. Tapi sebagiannya turut dibagi kepada masyarakat sekitar yang datang ke kompleks makam, termasuk Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dan rombongan yang sempat menemui peziarah pada Senin (16/9) malam.

Sedangkan rutinitas peziarah selama berada di Singkil adalah berdoa dan membaca ayat suci Al-Quran. Mereka juga menaruh air mineral di atas makam Syekh Abdurrauf. Air dalam botol kemasan itu selanjutnya dibawa pulang ke Sumatera Barat. Kecuali itu, para penziarah asal Sumbar ini juga turut membangun masjid serta bangunan dalan kompleks makam yang berada di pinggir Sungai Singkil tersebut. Mereka membangunnya secara bertahap.

Sutan Bagindo, perwakilan penziarah asal Sumatera Barat saat ditemui Serambi, kemarin, mengatakan, kedatangan mereka dalam rangka berziarah ke makam Syekh Abdurrauf As-Singkili. Ia menyebut ulama besar Aceh yang juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala itu dengan nama Buya Syekh Singkil, Abdurrauf. "Alasan kita berguru mengharapkan berkah. Berkah dari guru, syafaat dari nabi, rahmat dari Allah," kata Sutan Bagindo.

Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid saat diminta tanggapannya terkait kehadiran peziarah asal Sumatera Barat, Kamis (19/9), mengaku, pemkab menyambut baik kehadiran rombongan asal Minangkabau tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari pengembangan wisata religi di Aceh Singkil. "Kita senang setiap tahun ada peziarah datang dari Sumatera Barat, dalam jumlah banyak," ucap Dulmusrid. Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dari Sumbar itu, beber Dulmusrid, dirinya sengaja menemui para peziarah di kompleks makam ulama besar Aceh tersebut. Ia juga berencana memperbaiki fasilitas di lokasi ziarah itu.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved