Breaking News:

Anak-anak Alami Gangguan Pernapasan, Dampak Kabut Asap

Meski sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang, namun hingga Selasa (24/9/2019), kabut asap masih menyelimuti hampir

SERAMBINEWS.COM/ NASIR NURDIN
Relawan Serambi Indonesia membagikan masker kepada pengendara yang melintas di depan Kantor Harian Serambi Indonesia, di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar- Banda Aceh, Selasa (24/9/2019). 

BANDA ACEH - Meski sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang, namun hingga Selasa (24/9/2019), kabut asap masih menyelimuti hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh. Bahkan, di beberapa daerah, kepekatan kabut asap kiriman dari beberapa provinsi lain di Sumatera, tersebut makin bertambah. Seiring dengan kondisi itu, dampak yang dirasakan masyarakat juga mulai mengkhawatirkan. Salah satunya, ratusan warga dan mayoritas anak-anak mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk-batuk.

Untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga, sejumlah pihak membagikan masker kepada para pengguna jalan. Dampak lain dari kabut asap, penerbangan dari dan ke sejumlah bandara di Aceh seperti Bandara Malikussaleh (Aceh Utara), Bandara Cut Nyak Dhien (Nagan Raya), dan Bandara Lasikin Simeulue, hingga kemarin masih terganggu.

Dari Lhokseumawe dilaporkan, dalam sepekan terakhir atau sejak Rabu (18/9/2019) hingga Selasa (24/2019), enam puskesmas di kota itu menangani 604 penderita Ispa. Keenam puskemas itu adalah Puskesmas Banda Sakti 245 orang, Puskesmas Muara Satu 24 orang, Puskesmas Muara Dua 51 orang, Puskesmas Mon Geudong 180 orang, Puskesmas Blang Mangat 63 orang, dan Puskesmas Blang Cut 41 orang. "Dari total penderita Ispa yang ditangani oleh enam puskesmas itu mayoritas anak-anak," ujar Kadis Kesehatan Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar, sore kemarin.

Dengan kondisi Lhokseumawe yang sudah sepekan dilanda kabut asap, menurutnya, sangat besar potensi masyarakat yang terkena Ispa akan bertambah lagi. Karena itu, ia kembali mengimbau warga membatasi diri beraktivitas di luar ruangan, serta memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi. “Bila tetap harus beraktivitas di alam terbuka, sebaiknya gunakan masker,” sarannya.

Di Aceh Barat Daya (Abdya), hujan ringan dan sedang yang mengguyur kabupaten itu pada Selasa (24/9/2019) sore, belum mampu menghilangkan kabut asap yang muncul sejak tiga hari lalu. Malah, berdasarkan amatan Serambi, kemarin, kabut asap yang menyelumuti sembilan kecamatan di Abdya, makin pekat. Dampaknya, sejumlah murid pendidikan usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan SD mulai terserang penyakit batu-batuk yang diduga akibat menghirup udara yang tercemar kabut asap.

Informasi hampir sama juga dilaporkan dari Subulussalam. Kabut asap pekat yang masih menyelimuti kota itu dan sekitarnya mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat terutama anak-anak usia sekolah dan orang dewasa yang punya riwayat sesak napas. Informasi yang dihimpun Serambi pada salah satu tempat praktek dokter di Subulussalam, pasien ISPA dan batuk meningkat hingga 100 persen. Jika biasanya 7-10 orang, sekarang naik menjadi 15 sampai 20-an orang.

Gagal terbang

Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Nagan Raya pada Selasa (24/9/2019), kembali mengakibatkan penerbangan melalui Bandara Cut Nyak Dhien, dibatalkan. Sama seperti sehari sebelumnya, tiket semua penumpang dikembalikan.

Sehingga 68 penumpang yang seharusnya berangkat dari bandara itu ke Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, kemarin siang, harus dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Sebaliknya, kata tambah, ada 68 penumpang pesawat dari Bandara Kualanamu tujuan Bandara Cut Nyak Dhien, juga harus dialihkan penerbangan melalui Bandara SIM.

Kondisi yang sama terjadi di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Dua pesawat dari Kualanamu juga gagal terbang ke bandara itu, Selasa (24/9/2019). Penyebabnya, Aceh Utara dan sekitarnya masih dilanda kabut asap. Sehingga jarak pandangnya hanya sekitar 1,2 kilometer.

Kepala Tata Usaha Satuan Pelayanan Bandara Malikussaleh, Niswan, Selasa (24/9/2019) siang, menyebutkan, Citilink harusnya terbang dari Kualanamu pukul 09.30 WIB dan dari Bandara Malikussaleh pukul 11.00 WIB. Sedangkan Wings Air, dari Kualanamu pukul 10.00 WIB dan dari Bandara Malikusaleh pukul 12.00. WIB. Akibatnya, ratusan penumpang yang sebelumnya sudah memesan tiket gagal berangkat.

Dari Simeulue, kabut asap juga mengakibatkan terganggunya penerbangan ke wilayah kepulauan  itu Humas dan KTU Bandara Lasikin Simeulue, Ismail Sipayung, mengatakan, hari ini (kemarin-red) pesawat Susi Air batal terbang dari Banda Aceh ke Simeulue. Sementara Wings Air masih terbang dari Kualanamu ke Lasikin. (bah/nun/lid/c45/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved