Berita Luar Negeri

Israel Tangkap Menteri Palestina untuk Urusan Yerusalem, Sudah Dua Kali dalam Tiga Bulan

Kementerian Urusan Yerusalem mengatakan pasukan Israel menggerebek rumah menteri dan menggeledahnya sebelum membawanya ke tahanan

Israel Tangkap Menteri Palestina untuk Urusan Yerusalem, Sudah Dua Kali dalam Tiga Bulan
Kementerian Urusan Yerusalem/Handout/Anadolu Agency
Pasukan Israel menahan Menteri Urusan Yerusalem dari Otoritas Palestina, Fadi al-Hadami pada 25 September 2019, di Yerusalem. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pasukan Israel menahan Menteri Urusan Yerusalem dari otoritas Palestina, Fadi al-Hadami pada hari Rabu (25/9/2019), menurut sebuah pernyataan resmi.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Urusan Yerusalem mengatakan pasukan Israel menggerebek rumah menteri dan menggeledahnya sebelum membawanya ke tahanan.

Tidak ada komentar dari militer Israel tentang penangkapan tersebut.

Ini adalah kedua kalinya pasukan Israel menangkap menteri Yerusalem dalam tiga bulan terakhir.

Baca: Viral Video Polisi Pakai Sepatu Masuk Masjid dan Pukuli Mahasiswa, Kapolda Minta Maaf

Pasukan Israel telah meningkatkan tindakan mereka terhadap kegiatan Palestina di Yerusalem sejak Presiden AS Donald Trump mengakui kota yang diduduki itu sebagai ibu kota Israel pada tahun 2017.

Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah yang telah berlangsung puluhan tahun.

Warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.

Serangan ke Tepi Barat

Terpisah, pasukan Israel menangkap tujuh warga Palestina dalam serangan semalam yang dilakukan di Tepi Barat yang diduduki, menurut militer pada hari Rabu.

Baca: Bentrokan Mahasiswa dan Aparat Keamanan di Palopo, 1 Orang Kena Peluru, Ini Fasilitas yang Rusak  

Sebuah pernyataan militer mengatakan individu-individu itu telah ditangkap karena "dicurigai terlibat dalam kegiatan teror populer".

Namun militer Israel tidak menjelaskan tentang sifat dari kegiatan yang diduga tersebut.

Tentara Israel sering melakukan kampanye penangkapan di Tepi Barat - termasuk Yerusalem Timur yang diduduki - dengan dalih mencari orang Palestina yang "dicari".

Menurut angka Palestina, sekitar 5.700 orang Palestina - termasuk banyak wanita dan anak-anak - saat ini mendekam di fasilitas penahanan Israel.(Anadolu Agency)

Baca: Presiden AS Donald Trump Terancam Dilengserkan, Begini Responnya dan Awal Mula Masalah

Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved