Berita Banda Aceh
Gelar Aksi Tolak Pengesahan Sejumlah RUU, Mahasiswa Mulai Berdatangan ke Simpang Lima Banda Aceh
Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan aksi damai yang bertajuk "Kutaradja Memanggil" dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan aksi damai yang bertajuk "Kutaradja Memanggil" dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus mulai bergerak ke Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (26/9/2019).
Mereka yang datang dengan mengenderai sepeda motor menggenakan almamater masing-masing universitas.
Para mahasiswa tersebut akan melaksanakan aksi damai yang bertajuk "Kutaradja Memanggil" dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Belum Ada Pelabuhan Feri, Pengembangan Pariwisata Pulau Banyak Barat Aceh Singkil Terkendala
Para mahasiswa itu berasal dari Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Abulyatama, Universitas Iskandar Muda, Universitas Politeknik Venezuela, Universitas Serambi Mekkah.
Kemudian ada juga dari Universitas Alwasliyah, Universitas Ubudiyah Indonesia, Universitas Politeknik Kesehatan Aceh, Universitas Amiki.
BMKG: Enam Kabupaten Kota di Aceh Diprediksikan Hujan Deras Hingga 29 September 2019
Dalam aksi itu, mereka akan menyuarakan isu penolakan terhadap beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dinilai kontroversial dan saat ini sedang di godok di DPR RI dan beberapa isu lain.
"Menuntut pembatalan pengesahan RUU KPK, tolak RUU KUHP, tolak RUU Kemasyarakatan, hentikan Kriminalisasi Aktifis (HAM), rasisme Papua, masalah pertanahan, karhutla dan stop militerisme," demikian bunyi tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi hari ini.
Harga Emas Pagi Ini Naik Rp4.000, Cek Daftar Harga Terbaru Berikut
Selain melakukan aksi di Bundaran Simpang Lima, massa juga akan melakukan longmarch ke Gedung DPRA.
Untuk diketahui, aksi serupa juga terjadi dalam dua hari lalu. Aksi itu dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah dan UIN Ar-Raniry yang berakhir menduduki gedung DPRA.(*)