Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Panahan

Peminat Olah Raga Panahan di Aceh Terus Bertambah

Kendala terbesar kata dia karena status organisasi Perdana yang masih tunduk pada Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Sejumlah pemanah yang terganung di Finus Horseback Archery berlatih di Karangbaru, Aceh Tamiang. Dalam kurun waktu dua tahun, peminat olah raga ini terus bertambah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Ketua Persatuan Berkuda dan Panahan (Perdana) Aceh, Yunus mengatakan olah raga panahan berkembang pesat dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Yunus yang juga pendiri Finus Horseback Archery ini bahkan menyebut peminat olah raga ini berasal dari segala kalangan usia.

"Anak-anak, perempuan juga banyak yang sudah banyak yang ikut berlatih sama kami," kata Yunus, Jumat (27/9/2019).

Meski begitu bukan hal mudah baginya untuk menyelenggarakan turnamen panahan yang memperebutkan Piala Dandim 0117/Atam Letkol Inf Deki Rayusyah Putra yang digelar Sabtu (28/9/2019).

Baca: Jembatan Ganda di Idi dan Peureulak Dibangun Tahun 2020

Baca: Kepala Kejaksaan Negeri Abdya Dikabarkan Diganti, Ini Sosok Penggantinya

Baca: Tiga Kampung di Aceh Tamiang Belum Bisa Cairkan Dana Desa

Kendala terbesar kata dia karena status organisasi Perdana yang masih tunduk pada Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).

"Karena cabor penahan berkuda terbilang baru, sehingga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Setiap turnamen harus ada kuda, tidak cukup hanya panah saja. Makanya Perdana dimasukkan ke dalam Pordasi," beber Yunus, Jumat (27/9/2019).

Meski begitu dukungan dari berbagai pihak untuk melangsungkan turnamen panahan berkuda terus mengalir.

"Antusias dan dukungan cukup tinggi, sehingga akhirnya kami memberanikan diri menggelar turnamen ini bersama Pak Dandim," ucapnya.

Finus Horseback Archery sendiri dibentuk Yunus pada 23 April 2017. Lokasi latihan di lapangan belakang DPRK Aceh Tamiang menjadikan aktivitas ini mudah terpantau, sehingga dalam kurun waktu singkat anggota klub sudah lebih 50 orang.

Menariknya, pembentukan Finus Horseback Archery ini diawali ceramah Ustaz Zulkifli M Ali yang didengar Yunus melalui youtube.

"Olah raga sambil beribadah, karena ini sunnah. Dianjurkan Rasulullah," kata Pj Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved