Purnama Setia Budi

Dokter Spesialis di Kursi DPRA  

Tak banyak orang yang berani ke luar dari zona nyaman, apalagi dari posisi terhormat yang telah memberi kemapanan hidup

Dokter Spesialis di Kursi DPRA   
IST
Purnama Setia Budi SpOG atau yang akrab disapa dokter Pur

Tak banyak orang yang berani ke luar dari zona nyaman, apalagi dari posisi terhormat yang telah memberi kemapanan hidup. Tapi itulah yang dilakukan dr Purnama Setia Budi SpOG atau yang akrab disapa dokter Pur.

Beberapa tahun lalu saat mencalonkan diri sebagai wakil bupati, ia rela melepas status Pegawai Negeri Sipil (PNS)-nya. Kini, dia juga harus rela melepas dunia praktik kedokteran yang selama ini ditekuni dan telah memberikannya kemapanan.

Dokter Pur, Senin (30/9/2019) hari ini resmi resmi dilantik sebagai Anggota DPRA periode 2019-2024 bersama 80 orang lainya, dan menjadi satu-satunya dokter spesialis di Aceh yang menjadi anggota dewan. Pria kelahiran Lhokseumawe 5 Maret 1978 ini maju melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dokter Pur sepertinya terobsesi untuk terjun ke dunia politik. Kegagalan di Pilkada 2017 tak menyurutkan langkahnya untuk kembali bertarung dalam Pemilu 2019. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi tujuan dokter Pur? Bukankah profesi dokter telah memberikan segalanya, baik status sosial maupun kemapanan materi?

"Saya ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat, tidak hanya sebatas pelayanan kedokteran semata," ungkap dokter spesialis kandungan ini kepada Serambi, Minggu (29/9/2019).

Menurut dokter Pur, ada banyak sektor-sektor kehidupan masyarakat yang lain yang perlu dibenahi, dan itu hanya bisa dilakukan melalui jalur politik. Salah satunya adalah terkait masalah anak stunting atau kerdil akibat kurang gizi. Hampir sebagian besar anak Aceh mengalami hal ini, sehingga menduduki peringkat tiga nasional, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

"Persoalan tingginya kematian ibu dan bayi juga harus jadi perhatian serius. Di Aceh, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 143 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebanyak 10 per 1.000 kelahiran hidup," sebut dokter Pur.

Demikian juga terkait dengan persoalan BPJS Kesehatan yang menurut dr Pur perlu formula khusus agar tetap bisa dinikmati rakyat Aceh tetapi tanpa terlalu membebankan anggaran daerah. Seperti diketahui, saat ini DPRA menunda sementara anggaran untuk BPJS sebesar Rp 1,1 triliun, salah satunya karena alokasi anggaran yang terus membengkak.

Dalam bidang kesehatan, kapasitas dokter Pur memang tidak perlu diragukan lagi, karena ia memang ahlinya. Keberadaan dokter Pur di gedung dewan seakan memberi secercah harapan baru akan perbaikan kualitas layanan kesehatan di Aceh.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjaga amanah yang telah diberikan ke saya. Terimakasih masyarakat Bireuen, terimakasih masyarakat Aceh," tutup dokter Pur.(*)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved