Rabu, 3 Juni 2026

Berita Abdya

Bupati Abdya Akmal Ibrahim Minta Distanpan Pasang GPS di Traktor 4 WD, Ini Alasan dan Manfaatnya

Akmal menyampaikan hal ini saat membuka Rakor Dewan Ketahanan Pangan se-Abdya di Aula Balai Penyuluh Pertanian, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia.

Tayang:
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim meninjau satu Traktor 4WD seusai membuka acara Rakor Ketahanan Pangan di Aula Balai Penyuluh, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Rabu (2/10/2019) SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA 

Bupati Abdya Akmal Ibrahim Minta Distanpan Pasang GPS di Traktor 4 WD, Ini Alasan dan Manfaatnya

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH meminta Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat untuk memasang Global Positioning System (GPS) pada masing-masing traktor 4WD.

Akmal menyampaikan hal ini saat membuka Rakor Dewan Ketahanan Pangan se-Abdya, Rabu (2/10/2019) di Aula Balai Penyuluh Pertanian, Desa Alue Dama, Kecamatan Setia.

"Saya minta dinas pertanian untuk melakukan inovasi, salah satu yang harus dilakukan, memasang GPS di 4 WD. (Pemasangan GPS) ini penting agar tidak keluyuran ke daerah lain," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

Karena itu, kata Akmal, banyak petani yang mengeluh tentang alat mesin pertanian (Alsintan) tidak cukup, sehingga penggarapan lahan tidak serentak dan maksimal.

"Kalau kita pasang GPS, maka di manapun alat itu berada, akan terpantau, termasuk bisa melihat bekerja atau tidak," tegasnya.

Untuk itu, Akmal meminta jangan ada lagi mesin potong padi dari luar masuk ke Abdya.

Mengingat, alat pertanian itu sudah cukup di Abdya.

"Sejak dua tahun saya memimpin, ada sekitar 60 unit Alsintan yang bertambah, jadi tidak ada cerita mengeluh kekurang lagi," tandasnya.

Baca: Bocah 12 Tahun yang Terbakar di Lhokseumawe Akhirnya Dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, Ini Sebabnya

Baca: Sosok Lora Fadil, Anggota DPR yang Viral Karena Bawa 3 Istri saat Pelantikan

Baca: Sekelompok Wanita Telanjangi dan Injak Perut Ibu Muda Yang Tengah Hamil, Ini Kisah di Baliknya

Selain memasang GPS, kata Akmal, dalam memudahkan para petani, Distanpan juga harus memasang beberapa unit oven atau pengering padi, sehingga ketika musim hujan petani dapat mengeringkan padi.

"Kementerian dan Gubernur Aceh sangat mendukung langkah kita untuk mengatasi kesulitan petani. Maka dinas perlu mempromosikan terobosan ini kepada petani," sebutnya.

Sebagai bentuk inovasi naik kelas dalam sektor pertanian, lanjutnya, 2019 akan selesai pabrik padi modern di Abdya, yang standarnya sama dengan daerah lain.

"Maka dari itu, kalau ingin hasil dan harga yang mahal, maka harus dilakukan perawatan dengan baik," sebutnya.

Selain itu, Akmal juga berharap perlu disediakan benih yang unggul, agar mendapatkan hasil yang bagus.

"Perlu diketahui, usaha yang banyak menghasilkan uang itu, adalah di bidang pertanian. Jadi mari sama-sama kita dongkrak sektor pertanian ini," sebutnya.

Bupati mengingatkan agar Distanpan harus menjadi agen perubahan, cari apa saja trobosan bibit padi yang berkualitas. Maka, Dinas harus selalu update tentang benih padi nasional, lihat ketahanan penyakit, beras pulen dan cocok dengan kondisi lahan di Abdya.

"Kita akan menuju pertanian cerdas, maka dinas perlu inovasi baru. Ongkos pertanian yang paling murah itu ya di Abdya. Kalau kita mau, dimana ada tanah kosong itu bisa menjadi uang," kata Akmal.

Akmal menyebutkan bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan, terlebih pihaknya terus melakukan inovasi dengan ongkos penggarapan murah.

"Kita tidak memiliki industri, maka tidak ada uang yang bisa kita bawa pulang, Satu-satunya hanya disektor pertanian. Maka perlu kita berusaha agar layak dijual. Bukan jadi tukang komentar dan analisa politik setiap hari suntuk, tapi tidak layak untuk dijual," pungkasnya.

Dalam kegiatan yang menghadirkan 36 kelompok tani, para koordinator BPP itu turut dihadiri Dandim 0110/Abdya, Letkol Czi M Ridha Has ST MT, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto.

Kemudian Anggota DPRK Abdya, Zul Ifan, Julinardi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Nasruddin, dan Pemateri Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi, Ir Syahrial, Pengamat Pertanian Ir Muslim Hasan, dan Kasi PBI Bulog Hilal Kudus. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved