Berita Banda Aceh

Jadi Anggota Dewan Termuda di DPRA, Ini Obsesi dan Misi Irfansyah

“Doakan kami semoga harapan milenial di pundak kami anggota parlemen Aceh dapat tercapai,” pinta Irfansyah

Jadi Anggota Dewan Termuda di DPRA, Ini Obsesi dan Misi Irfansyah
DOK Pribadi IRFANSYAH
Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar menyerahkan cindera mata kepada Irfansyah sebagai anggota DPRA periode 2019-2024 saat pelantikan dan pengambilan sumpah di Gedung DPRA, Senin (30/9/2019). 

Laporan Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Irfansyah merupakan legislator termuda di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Lolosnya pemuda kelahiran 13 Agustus 1990 itu ke gedung parlemen Aceh tersebut sangat fenomenal karena menyingkirkan dua incumbent dari sesama Partai Aceh (PA), Nurzahri dan Muhammad Sulaiman yang notabene adalah ketua DPRA periode sebelumnya.

Kini pria lajang yang merupakan Ketua Askot PSSI Langsa itu telah resmi jadi wakil rakyat untuk lima tahun ke depan usai dilantik dan diambil sumpah dalam rapat paripurna istimewa di gedung utama DPRA, Senin (30/9/2019).

Baca: Warning Lembaga Internasional, Menkeu Sri Mulyani Minta Perusahaan-Perusahaan Indonesia Waspada

Sehari setelah dilantik, Irfansyah mengungkapkan obsesi dan misinya selama menjadi anggota DPRA.

Ia mengaku akan berupaya keras memperjuangkan harapan anak muda alias kaum milenial Aceh.

Sebagai wajah baru dan juga anak muda, Irfansyah ingin belajar banyak dari para seniornya, terutama dalam memperjuangkan dan berbuat demi kemajuan provinsi paling ujung di Sumatra ini.

Baca: 335 Anggota DPR dan DPD Tak Hadiri Sidang Paripurna, Padahal Baru Sehari Dilantik

“Aceh harus tetap aman, bermartabat, dan sejahtera dalam bingkai MoU Helsinki dan UUPA. Itu garis politik yang kita jaga dan perjuangkan bersama, ” ujar Irfansyah yang merupakan anak paling bungsu dari 6 bersaudara itu.

Kondisi Aceh hari ini, ulas jebolan SMKN 2 Langsa itu, cukup memprihatinkan.

Angka kemiskinan yang tinggi karena nomor dua di Sumatra, tingginya bayi stunting, serta pertumbuhan angkatan kerja yang meningkat pesat tanpa dibarengi lapangan pekerjaan memadai, sehingga memicu subur pengangguran.

Halaman
12
Penulis: Saifullah
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved