Berita Aceh Timur
Kombatan GAM Aceh Timur Minta Perhatian Pemerintah Kembangkan Lahan Pertanian
pertanian merupakan lapangan pekerjaan yang cocok bagi kombatan sesuai skill yang dimiliki
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Mantan kombatan GAM, wilayah Peureulak, Aceh Timur, dan masyarakat meminta perhatian dari pemerintah untuk mendampingi petani mengembangkan lahan pertanian di daerah itu.
Selama ini mereka bercocok tanam di areal eks Hak Guna Usaha (HGU) hutan tanaman industry (HTI) PT Gunung Meudang, di Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peuruelak, Aceh Timur,
“Sudah sekitar 7 tahun kami mengembangkan lahan pertanian secara swadaya, meski sudah mandiri, tapi saat ini kami kesulitan mengembangkan lahan, dan penjualan hasil,” jelas mantan Kombatan GAM Aceh Timur, Syafrizal Komeng, Samsuri, dan Mulyadi, kepada Serambinews.com, Rabu (2/10/2019).
Baca: Heboh Grup WA Pelajar STM Tagih Duit Demo, Begitu Dicek Nomor HP Ternyata Mengarah ke Mabes Polri
Syafrizal mengatakan, pertanian merupakan lapangan pekerjaan yang cocok bagi kombatan sesuai skill yang dimiliki.
Hanya saja, perlu pembinaan berkelanjutan, dari instansi terkait, agar cocok tanam yang digalakkan petani berhasil.
Saat ini, jelas Syafrizal, sekitar 500 hektar dari 7.200 HGU eks HTI PT Gunung Meudang, di Seumanah Jaya, telah ditanami tanaman tumpang sari oleh masyarakat.
Baca: Perwira SIP Angkatan 47 Polda Aceh Sambangi Panti Asuhan Penyantun Islam Seutui
Tanaman yang dikembangkan, seperti cabai, lada, pisang, melon, pisang, jengkol, dan sejumlah tanaman lainya.
“Namun demikian petani butuh bantuan bibit tanaman tua, seperti jengkol, rambutan, mangga atau tanaman lainnya.
Petani menanam dengan pola tanam tanaman tua disisip dengan tanaman muda, seperti cabai, ubi, dan lain-lain.
Karena itu, dengan adanya pendampingan dari dinas pertanian, dan penyuluhan, diharapkan petani bisa berhasil,” ungkap Syafrizal.
Syafrizal mengatakan, 189 unit rumah di KTM yang telah diserahkan secara simbolis kepada petani oleh mantan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, tahun 2016 lalu, sudah dihuni oleh masyarakat sekaligus bercocok tanam.
Baca: Mantan Kombatan GAM Samsul Robert Calon Ketua Definitif DPRK Langsa, Dua Calon Wakil dari Parnas
Di samping itu pemerintah juga sudah membangun sekolah dasar, dan pasar ikan.
Tapi, masih ada fasilitas umum yang perlu dibangun seperti jalan dari Simpang Krueng Tuan ke lokasi KTM, dan pembangunan tiga unit jembatan beton ke lokasi KTM.
Saat ini, jelas Syafrizal, petani di daerah KTM bisa dikatakan sudah mandiri, hanya saja perlu pembinaan, dan pengawasan agar petani lebih sukses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kombatan-gam-aceh-timur-2019.jpg)