Berita Aceh Tamiang
Selain Padi, Aceh Tamiang Juga Menggalakkan Tanaman Buah
Pemkab Aceh Tamiang tengah serius membenahi sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan perekonomian rakyat.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Yusmadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemkab Aceh Tamiang tengah serius membenahi sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan perekonomian rakyat.
Wabup Aceh Tamiang HT Insyafuddin ketika membuka panen perdana benih padi di Bendahara, Rabu (2/10/2019) menjelaskan, upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas meningkatkan produktivitas padi, tapi juga mealakkan kembali penanaman tanaman khas Aceh Tamiang.
Dia mencontohkan dulu Aceh Tamiang dikenal sebagai daerah penghasil durian, rambutan, langsat, mangga dan sebagianya. Namun dalam akhir-akhir ini predikat sebagai penghasil tanaman unggul memudar seiring menurunnya produktivitas.
"Kita kasih tugas ke Dinas Pertanian. Ada dua PR yang harus diselesaikan," kata Insyafuddin.
PR itu dijelaskannya meliputi sektor persawahan yang harus bisa ditingkatkan, baik luas areal maupun hasil produksi.
Baca: Dijadikan Sentral Pengembangan Padi, Aceh Tamiang Terima Alokasi Kegiatan Hingga 1.000 Ha
Baca: Begini Panen Perdana Padi Hasil Penangkaran di Aceh Tamiang
Baca: Tahun Ini, Masih Ada 60 Mahasiswa belum Ambil Bantuan Beasiswa Pemkab Aceh Tamiang
"Ini kita bantu dengan menggunakan bekas tambak yang memungkinkan bisa dijadikan sawah. Sudah ada dananya," kata dia.
Tugas kedua kata Insyafuddin terkait produktivitas buah. Dia berharap setiap kecamatan harus mampu menanam kembali tanaman khas, agar kejayaan Aceh Tamiang di sektor ini bisa kembali.
Khusus sektor perbuahan ini, politisi PKS iniberharap dukungan semua pihak, khususnya warga. Sebab ada indikasi warga tidak menanam bibit bantuan.
"Masyarakat kita kadang cuma terima, tapi sampai rumah tidak ditanam. Makanya ini butuh dukungan semua elemen, termasuk babinsa," ucap Insyafuddin.
Menurutnya bila program ini berjalan sesuai rencana, dia optimis dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan Aceh Tamiang sudah mampu menjadi pengekspor buah.
"Kita juga jangan zolim sama buah. Kodrat buah itu manis. Kenapa asam, karena dipanen belum pada masanya. Ini zolim terhadap buah," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-padi-hasil-penangkaran.jpg)