Invest In Aceh
Aceh dan Pusat Bersinergi Tingkatkan Produksi Kopi
“Saya sangat senang jika program ini lebih inovatif dan yang terpenting adalah nilai jual petani itu dapat lebih baik,” kata Nova.
Sebelumnya, Asisten Deputi Agribisnis Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pelaksanaan program Folur yang akan dilakukan pada 2021.
Menurutnya, ini merupakan program pemerintah pusat untuk membantu pengelolaan dan pemanfaatan lahan demi meningkatnya produktivitas petani.
“Aceh merupakan salah satu provinsi yang menjadi target kita, di mana salah satu komoditas unggulannya adalah kopi,” kata Yuli.
Program Manager For NRM UNDP, Iwan Kurniawan, menjelaskan program Folur itu dilaksanakan untuk meningkatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki setiap daerah.
Tujuannya, adalah peningkatan produktivitas komoditas melalui pengoptimalan lahan secara produktif.
“Secara general terkait rencana program ini adalah untuk pemanfaatan lahan yang berkelanjutan untuk menjamin sistem produksi pangan. Komoditas yang kita fokuskan ada kelapa sawit, kopi, kakao dan padi,” kata Iwan.
Untuk Aceh, mereka akan memfokuskan pada pengelolaan lahan produksi kopi dan kakao.
Di Aceh, lanjut dia, pengelolaan komoditas kopi akan difokuskan di dua kabupaten, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah sebagai lumbung produksi kopi Aceh. Sedangkan kakao akan difokuskan di Kabupaten Pidie Jaya. (Rel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-nova-soal-kopi.jpg)