Pengembangan Petani
LembAHtari: Keterlibatan Earthworm Foundation Membina Petani Harus Berkesinambungan
Lembaga ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang ada di Eropa dan Asia yang membeli hasil bumi dari Indonesia seperti CPO, karet, coklat dan lainny
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) mendukung keterlibatan Earthworm Foundation membantu petani di Aceh Tamiang.
Dukungan ini disampaikan Direktur LembAHtari Sayed Zainal setelah dirinya ikut hadir dalam pertemuan Earthworm Foundation dengan Bupati Aceh Tamiang H Mursil, kemarin.
Dalam pertemuan itu kedua belah pihak menyatakan komitmennya dalam menjaga kelestarian alam dan sepakat membantu petani karet dan sawit.
Baca: Pangdam IM Beberkan Kronologis Penangkapan Empat Oknum TNI Bersama Enam Warga Sipil yang Pesta Sabu
Baca: Jadwal Laga PSMS Medan Versus Persiraja Diundur ke 17 Oktober 2019, Ini Penyebabnya
Baca: Rahmatul Hijrati, Aktif Berorganisasi Membawanya Keliling Indonesia
"Poin pentingnya itu dulu. Kita harus sepakat menjaga hutan dan juga memerhatikan kehidupan petani di sekitar kawasan hutan," kata Sayed, Sabtu (5/10/2019).
Namun sedikit memberi masukan, dia berharap bantuan nanti tidak stagnan, tapi harus berkesinambungan agar petani bisa mandiri.
Saat ini kata dia, petani di Aceh Tamiang belum mampu mengolah produk turunan dari sawit atau mengelola kotoran sapi menjadi pupuk.
"Kita maunya petani diajarkan cara-cara kreatif. Jadi ketika harga anjlok, mereka tetap bisa untung," lanjut Sayed.
Sebelumnya Bupati Aceh Tamiang H Mursil meminta Earthworm Foundation membantu petani karet dan sawit di Aceh Tamiang.
Kondisi petani disebutnya terpuruk akibat anjloknya harga jual sawit dan karet.
Earthworm Foundation smerupakan lembaga yang bergerak dalam bidang peduli hutan dan lingkungan.
Lembaga ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang ada di Eropa dan Asia yang membeli hasil bumi dari Indonesia seperti CPO, karet, coklat dan lainnya.
kunjungan mereka merupakan tindak lanjut atas isu-isu yang beredar mengenai hutan Aceh Tamiang.
Namun setelah melihat langsung kondisi hutan di Aceh Tamiang, Earthworm memastikan isu perambahan hutan tidak benar
Lembaga ini juga berjanji akan menyampaikan temuan positif mereka ke perusahaan mitra yang ada di negaranya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lembaga-77.jpg)