Hati-hati Saat Beli Phonska
Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta hati-hati saat membeli pupuk NPK Phonska. Pasalnya, puluhan ton pupuk NPK Phonska 'palsu'
* Pupuk NPK 'Palsu' Diduga Beredar di Abdya
BLANGPIDIE - Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta hati-hati saat membeli pupuk NPK Phonska. Pasalnya, puluhan ton pupuk NPK Phonska 'palsu' dikabarkan beredar di daerah itu. Kabarnya pupuk NPK Phonska ‘palsu’ itu sudah beredar di Abdya, sejak beberapa tahun lalu, dan dipasarkan ke sejumlah kios yang ada dalam sembilan kecamatan.
Bahkan, kebanyakan pupuk NPK Phonska ‘plasu’ tersebut turut dibeli oleh para keuchik menggunakan dana desa, mengingat harganya tak jauh beda dengan pupuk NPK Phonska bersubsidi. Sebab, pada karung pupuk NPK Phonska ‘palsu’ itu dilabelkan pupuk nonsubsidi, sehingga bisa dibeli menggunakan dana desa.
Jika dilihat sekilas, pada bagian depan karung pupuk NPK Phonska ‘palsu’ tersebut nyaris sama dengan NPK Phonska yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik selaku anak perusahaan PT Pupuk Indonesia. Namun, yang membedakan pupuk NPK Phonska produksi PT Petrokimia dengan NPK Phonska ‘palsu’ tersebut adalah adanya gambar kerbau di bagian tengah karung untuk pupuk yang diduga ‘palsu’. Sedangkan pada karung pupuk NPK Phonska PT Petrokimia Gresik tidak ada gambar tersebut.
Selain itu, di depan karung pupuk ‘palsu’ tersebut juga tertulis nama perusahan yang memproduksi, yaitu CV CA (disingkat/inisial). Sementara pada karung NPK Phonska yang asli tertera PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Petrokimia Gresik yang selaku pupuk resmi yang tak lain BUMN. Akan tetapi, tidak diketahui past, apakah pupuk yang kabarnya diproduksi di Sumatera Utara itu memiliki kualitas dan reaksi yang sama dengan pupuk produksi PT Petrokimia Gresik.
Perwakilan PT Meuligoe Raya di Abdya, Verry Gunawan sebagai distributor resmi pupuk NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan, adanya beredar pupuk NPK Phonska yang mirip dengan mereka salurkan. "Iya benar, saya tidak berani katakan itu pupuk palsu. Tapi yang pasti itu bukanlah pupuk yang diproduksi PT Petrokimia Gresik atau Pupuk Indonesia," ujar Verry Gunawan.
Verry mengungkapkan, jika dilihat secara teliti bahwa ada perbedaan pada karung pupuk tersebut, salah satu yang sangat terlihat gambar kerbau dan perusahan yang memproduksi pupuk itu. "Kami mengimbau petani agar hati-hati dan jika ingin membeli pupuk NPK Phonska yang diproduksi oleh Pupuk Indonesia, maka belilah di toko-toko pupuk resmi sehingga kualitas pupuk lebih terjamin," imbaunya.
Perwakilan PT Meuligoe Raya di Abdya Dewan Minta Segera Ditertibkan
Sementara itu, Ketua sementara DPRK Abdya, Nurdianto meminta penegak hukum mengkroscek keberadaan pupuk NPK Phonska yang diduga palsu itu. Nurdianto mencurigai, bahwa keberadaan pupuk NPK Phonska yang diproduksi oleh CV CA tidak mengantongi izin dari Kementrian Pertanian, terlebih perusahaan yang memproduksi bukan di bawah Pupuk Indonesia.
"Ini perlu dikroscek dan ditertibkan, sehingga masyarakat dan pedagang tidak dirugikan," ujarnya. Ia menyebutkan, sejauh ini pupuk NPK Phonska ‘palsu’ itu banyak dibeli oleh para keuchik, lantaran pupuk tersebut bukan bersubsidi sehingga bisa menggunakan dana desa, harganya juga relatif murah.(c50)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perbedaan-pupuk.jpg)