Atmah Dulmusrid, Kerap Berlari Imbangi Suami

Ucapan itu selalu disampaikan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, ketika memperkenalkan istrinya

Atmah Dulmusrid, Kerap Berlari Imbangi Suami
IST
Atmah Dulmusrid

"Inilah istri saya tercinta. Yang setia mendampingi saya."

Ucapan itu selalu disampaikan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, ketika memperkenalkan istrinya, Atmah Dulmusrid, baik pada acara formal maupun nonformal.

Untuk kesekian kalinya, kata-kata romantis tersebut diucapkan Dulmusrid, saat memperkenalkan istrinya dalam kunjungan ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang Pagar Air, Aceh Besar, Senin (7/10). Dulmusrid dan istri serta sejumlah pejabat Aceh Singkil, diterima oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan Mohd Din, dan sejumlah manajer di lingkungan Serambi.

Bedanya, dalam silaturahmi di Mabes Serambi Indonesia kemarin, Dulmusrid mengucapkannya cukup lengkap. "Yang saya hormati dan saya cintai Ketua Tim Penggerak PKK, yang selalu setia mendampingi saya," ujar Dulmusrid.

Mendengar itu, Atmah tertunduk mengulum senyum. Kata-kata yang dilontarkan orang nomor satu di Aceh Singkil ini juga memancing senyum orang-orang yang hadir dalam pertemuan tersebut. Di hari tua serta di tengah kesibukan tinggi, kedua insan ini tetap romantis, menjalani hidup seiring sejalan.

Atmah Dulmusrid memiliki perawakan ramping. Sangat kontras dengan Dulmusrid yang memiliki postur tubuh tinggi besar. Perbedaan fisik ini justru membuat Atmah terlihat gesit mendampingi rutinitas sang suami sebagai Bupati Aceh Singkil, yang memiliki seabrek kesibukan.

Kesetiannya mendampingi suami bukan hanya pergi ke luar daerah dengan naik mobil dan nginap di hotel. Perempuan kelahiran 23 Juli 1978 silam itu, harus berlari kecil mengimbangi langkah lebar sang suami ketika berkunjung ke pelosok Aceh Singkil.

Malah dalam beberapa kesempatan seperti kunjungan ke Kuala Baru, awal Agustus lalu, Atmah rela menenteng sandal agar bisa berjalan persis berdampingan dengan suami. Khusus akhir pekan pasangan ini kerap pergi berdua saja menghadiri undangan pesta.

Ibu Atmah panggilan akrabnya, memilih menemani suami ketika tidak ada kegiatan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Dekranasda, dan pengajian rutin kaum perempuan.

Apalagi kedua anaknya sudah besar. Anak laki-lakinya Dimas Subroto lulus menjadi prajurit TNI Angkatan Darat. Sedangkan anak perempuannya Nurazizah, lebih suka hidup mandiri, kendati masih duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar.

Nurazizah lebih memilih tinggal di rumah sederhana milik orang tuanya di di Blok 7, Desa Sukarejo, Kecamatan Simpang Kanan. Ketimbang di pendapa bupati di Pulo Sarok, Singkil.

Pujian terhadap sang istri kerap Dulmusrid lontarkan tanpa sepengetahuan Atmah. Terutama soal masakan dan sambal. "Masakan dan sambal buatan kakak (Atmah) kalian taboh (enak)," kata Dulmusrid saat bakar ikan mas kesukaannya.

Romantisme Dulmusrid dengan istri bukan hanya terlihat setelah jadi bupati. Jauh sebelumnya, mereka kerap pergi berdua naik sepeda motor dengan keranjang sayur di belakang.

Bukan bermaksud ria, demikian Atmah mengungkap kesetiaannya mendampingi suami menjalankan tugas negara, tetapi semata-mata merupakan kewajiban. "Setia terhadap suami memang menjadi kewajiban seorang istri," kata Atmah.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved