Penambang Ilegal Segera Disidangkan, Polisi Limpahkan Berkas Kasus ke Jaksa

Polres Nagan Raya pada Selasa (8/10) hari ini, akan menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti

Penambang Ilegal Segera Disidangkan, Polisi Limpahkan Berkas Kasus ke Jaksa
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto 

SUKA MAKMUE - Polres Nagan Raya pada Selasa (8/10) hari ini, akan menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti (BB) kasus penambangan emas ilegal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Penyerahan itu setelah berkas perkara kasus tersebut dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa, sehingga dalam waktu dekat para penambang ilegal itu akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada Serambi, Senin (7/10), membenarkan, bahwa berkas perkara kasus tambang emas ilegal sudah rampung dan dinyatakan lengkap oleh jaksa. Untuk itu, ujar Kasat Reskrim, pihaknya akan melimpahkan berkas perkara beserta kelima tersangka dan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut ke Kejari Nagan Raya, Selasa hari ini. “Sesuai jadwal, kita serahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa pada Selasa (8/10) ini,” jelasnya.

Ia menyebutkan, para tersangka dijerat dengan Pasal 158 Undang-undang Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 158 UU Minerba dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Polres Nagan Raya menangkap lima orang dalam kasus penambangan emas ilegal di kawasan Dusun Agoy, Desa Panton Bayam, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Rabu (11/9) lalu. Selain menangkap lima tersangka, personel Satreskrim juga turut mengamankan dua unit beko dan emas murni seberat 15 gram sebagai barang bukti (BB) dalam kasus tersebut.

Lima tersangka yang ditangkap masing-masing HJ (50) sebagai pemilik modal, warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Beutong, HS (21) sebagai operator beko, warga Desa Meurande Suak, Kecamatan Seunagan Timur, IW (27) operator beko asal Meunasah Asan, Kecamatan Lhok Sukon, Aceh Utara, MZ (48) operator beko, warga Desa Manee, Kecamatan Manee, Pidie, dan IM (22) operator asbuk, warga Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Untuk mengungkap kasus itu, personel Satreskrim Polres Nagan Raya harus bergerak ke lokasi menjelang tengah malam agar pergerakan mereka tidak diketahui para penambang emas ilehal yang memang melakukan aktivitasnya pada malam hari.

Sementara itu, sidang kedua kasus anak bunuh ayah kandung di Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue, Nagan Raya yang sedianya digelar pada Senin (7/10), terpaksa ditunda. Penyebabnya karena ada seorang hakim berhalangan lantaran orang tuanya meninggal dunia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nagan Raya, Sri Kuncoro SH, melalui Kasi Pidum, Rahmad Ridha SH saat ditanyai Serambi, Senin kemarin, mengatakan, semua persidangan di PN Suka Makmue akan ditunda dalam dua pekan ke depan. "Karena orang tua seorang hakim meninggal dunia," ucapnya.

Seperti diketahui, kasus yang menewaskan M Yusuf (45), warga Desa Alue Raya, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya dengan terdakwa anak kandung korban sendiri, Denis alias Botong (31), sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Suka Makmue pada Senin (30/9) lalu. Kasus ini bermula saat M Yusuf yang bertugas sebagai centeng (penjaga) kebun sawit PT Surya Panen Subur (SPS) di Kecamatan Darul Makmur ditemukan tewas bersimbah darah dalam areal kebun pribadinya, Minggu, 23 Juni 2019.

Hasil pemeriksaan terungkap ternyata pelaku pembunuhan tersebut adalah anak kandungnya sendiri bernama Denis alias Botong yang juga menetap di desa yang sama dengan korban. Terungkap, pembunuhan itu disebabkan faktor dendam atau sakit hati terdakwa kepada korban yang merupakan orangtua kandungnya karena tidak diizinkan mengarap kebun sawit.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved