Cut Raisa Faratilla, Gadis Pidie Peraih Cum Laude di ITB  

Cut Raisa Faratilla adalah gadis kelahiran Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, 14 April 1997

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Cut Raisa Faratilla, Gadis Pidie Peraih Cum Laude di ITB   
IST
Cut Raisa Faratilla

Cut Raisa Faratilla adalah gadis kelahiran Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, 14 April 1997, yang berhasil mengharumkan nama Aceh pada salah satu universitas terkemuka di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB). Betapa tidak, putri dari pasangan Ir T Raifahmi dan Saidah H Syakubat ini berhasil lulus dengan nilai cum laude (dengan pujian) pada Fakultas/Sekolah Farmasi Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi ITB. Predikat tersebut diperoleh Tila--sapaan akrab Cut Raisa Faratilla di kalangan keluarga--setelah ia berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 3 tahun 9 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif  (IPK) 3,88.

Tak hanya itu, alumni SMA Modal Bangsa Banda Aceh tahun 2014 ini langsung diterima kerja pada PT Bio Farma (Persero), meski saat itu ia baru selesai mengikuti sidang profesi apoteker di kampusnya dan masih menunggu ijazah selesai. Hal yang lebih membanggakan lagi adalah, Tila merupakan satu dari dua orang yang diterima pada perusahaan farmasi berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Padahal, pelamarnya mencapai ratusan orang.

Prestasi bidang akademik pada diri Tila sudah mulai terlihat sejak ia duduk di bangku SDN Blang Malu di Gampong Lada. Saat kelas 5 (tahun 2008), Tila berhasil menjadi juara pertama olimpiade matematika tingkat Kabupaten Pidie, juara pertama YEC bidang matematika se-Kabupaten Pidie, dan masuk dalam sepuluh besar olimpiade matematika SD tingkat Provinsi Aceh.

Lalu, Tila melanjutkan pendidikan ke SMPs YPPU Sigli (2009-2011). Saat di SMP, Tila juga pernah meraih juara 2 olimpiade biologi tingkat Provinsi Aceh serta juara melukis tentang pemanasan global tingkat Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Berbekal berbagai prestasi di SMP, Tila akhirnya lulus di SMA Modal Bangsa, Banda Aceh (2012-2014).

Masa sekolah di SMA terfavorit di Aceh ini ditempuh Tila selama dua tahun karena ia masuk dalam kelas akselerasi. Saat di SMA, Faratilla juga pernah  meraih juara 1 cerdas cermat EDSA, juara 2 olimpiade biologi Biodiversitas , dan juara 3 cerdas cermat Pascal. Atas sejumlah capaian itu, pada tahun 2014, Cut Raisa Faratilla mendapat undangan bebas tes  jalur SNMPTN di Sekolah Farmasi Jurusan Sains dan Teknologi Farmasi ITB. Karena prestasinya, selama menempuh pendidikan S1 Farmasi di institut tersebut, Tila mendapatkan  beasiswa bidik misi dari Kemenristekdikti.

Saat kuliah di ITB, Cut Raisa pernah menjadi Ketua Asrama Putri Pocut Baren, Bandung selama setahun pada 2017. Dalam kesehariannya, Cut Raisa juga aktif pada beberapa kegiatan kampus dan komunitas mahasiswa Aceh di ITB, seperti Unit Kebudayaan Aceh (UKA). Gadis ini juga aktif belajar taekwondo meski cuma sampai sabuk hijau.

“Saya ikut olahraga ini hanya sebagai bagian dari pengamanan diri saja. Sebab, saat kuliah sering pulang malam. Karena takut ada gangguan begal, makanya saya ikut olahraga bela diri,” ujar Cut--panggilan Cut Raisa Faratilla di kalangan teman-teman kuliahnya--kepada Serambi via telepon selulernya, dua hari lalu. Cut juga pernah beberapa kali mewakili fakultasnya ke beberapa lomba di luar ITB seperti di Bandung, Jakarta, dan Makassar.

Seusai sidang sarjana Farmasi (S1), gadis berkulita hitam manis ini ternyata ‘dipinang’ oleh beberapa perusahaan obat-obatan yang ada di Pulau Jawa. Perusahaan-perusahaan tersebut meminta  Raisa untuk mau memasukkan lamaran ke perusahaan mereka. Tapi, gadis pendiam ini belum berminat karena ia ingin menuntaskan satu langkah lagi dalam kuliahnya yaitu mengikuti ujian profesi apoteker dan ujian kompetensi.

Setelah diwisuda pada Jurusan Farmasi ITB, 21 Juli 2018, Tila hampir saja gagal melanjutkan studi ke program profesi apoteker akibat kekurangan  biaya. Tapi, berkat keberhasilannya lulus dengan predikat cum laude di Farmasi, Cut bersama beberapa teman kuliahnya coba mengajukan permohonan beasiswa ke salah satu perusahaan obat-obatan asal Korea.

Akhirnya, permohonan Cut Raisa dkk diterima oleh perusahaan tersebut dan mereka mendapat bantuan dana dalam bentuk dollar. Dengan bantuan tersebut ditambah uang kiriman dari orang tuanya di kampung, Tila berhasil mendaftar di program pendidikan profesi apoteker ITB. Program profesi apoteker itu ditempuhnya selama setahun dengan hasil sangat memuaskan dan Tila pun diwisuda pada 12 September 2019.

Setelah sidang profesi apoteker sambil menunggu ijazah selesai, atas saran pembimbingnya Cut Raisa Faratilla memasukkan lamaran ke PT Bio Farma (Persero). Hanya berselang minggu, Cut dipanggil perusahaan tersebut mengikuti tes. Dari ratusan melamar hanya dua orang yang diterima dan salah satunya adalah Cut Raisa Faratilla.

Soal ‘resep’ belajarnya hingga berhasil, Cut yang sejak SD sudah bercita-cita menjadi peneliti dan bekerja di industri ini secara merendah menyatakan, “biasa saja seperti kawan-kawan lain, belajar yang serius, selesai shalat selalu berdoa.” Bahkan, Tila awalnya tidak ingin apa yang dicapainya tersebut diekspose. Sebab, menurut Raisa, masih banyak kawan-kawannya yang lebih hebat dan berprestasi dibanding dirinya.

Ditanya perasaannya setelah diterima bekerja pada perusahaan BUMN, putri sulung dari tiga bersaudara ini mengaku sangat senang. “Ini adalah anugerah dari Allah SWT serta berkat doa orang tua, keluarga, guru-guru, dan  sahabat semuanya. Keberhasilan dan kesuksesan ini  saya persembahkan untuk orang tua dan keluarga di kampung,” ungkap Cut.

Mengenai niat untuk melanjutkan pendidikan, Raisa mengatakan, "ingin bekerja dulu untuk mencari uang, membantu orang tua dan menyenangkan semua keluarga yang sudah membimbing, memotivasi, dan membantu kesuksesan saya.” Akhirnya, Cut berpesan kepada pelajar dari Aceh agar jangan merasa minder sekolah di kampung. Sebab, sebutnya, semua yang lolos ke ITB juga berasal dari kampung di seluruh pelosok Indonesia. “Yang penting kita serius dan mau belajar,” pungkas Cut Raisa Faratilla penuh semangat. (jamaluddin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved