Berita Luar Negeri
Konvoi Militer Turki Dalam Jumlah Besar Menuju ke Perbatasan Suriah, Siap Menyerang, Trump Tertekan
Istanbul mengirim tambahan kendaraan lapis baja, dengan konvoi besar berisi puluhan kendaraan terlihat di Akcakale, Provinsi Sanliurfa
Presiden AS Donald Trump berada dalam tekanan setelah pada Minggu (6/10/2019), dia menyetujui penarikan 50-100 "operator khusus" dari medan utara Suriah.
Pasukan itu bertindak sebagai penyangga untuk mencegah rencana serangan Turki ke Kurdi yang sudah direncanakan sejak lama.
Bagi AS, Kurdi merupakan sekutu mereka dalam memerangi ISIS.
Namun oleh Ankara, milisi mereka, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dipandang sebagai teroris
Baca: Pidato Presiden di Luar Negeri Wajib Pakai Bahasa Indonesia, Jokowi Telah Teken Perpres
SERAMBINEWS.COM - Turki menyatakan, mereka mulai memberangkatkan militer ke perbatasan Suriah dalam operasi menyerang milisi Kurdi.
Istanbul mengirim tambahan kendaraan lapis baja, dengan konvoi besar berisi puluhan kendaraan terlihat di Akcakale, Provinsi Sanliurfa.
Sementara, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menyatakan, pasukan Turki sudah menggelar serangan di perbatasan.
"Militer Turki sudah menyerang salah satu pos kami di Perbatasan Sere Kaniye," ujar SDF di Twitter, merujuk pada kota Ras al-Ain.
Baca: Nasib Pengungsi di Seram Barat Maluku, Belum Dapat Selimut, Tenda dan Obat Setelah 13 Hari Gempa
Kota itu merupakan salah satu pos tentara AS sebelum ditarik, demikian keterangan Observasi HAM untuk Suriah dilansir AFP Rabu (9/10/2019).
"Tidak ada yang cedera dalam anggota kami. Kami tidak merespons serangan tak terprovokasi ini. Kami bersiap memeprtahankan warga kami," tegas SDF.
Ketegangan perbatasan Kurdi dan Ankara sudah terjadi sebelumnya, dan tak ada indikasi insiden itu bagian dari serangan yang lebih luas.
Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun menulis di The Washington Post, mereka bakal bergerak ke perbatasan "secepatnya".
Baca: Korupsi Pengadaan Alat Perangkap Hama Kopi Rp 48 Miliar, Polisi Tetapkan 4 Tersangka di Bener Meriah
Dia menerangkan pasukan Kurdi bisa "mundur", atau mereka tak punya pilihan selain menghentikan mereka dari mengganggu upaya Turki menangkal ISIS.
Rencana Jangka Panjang untuk Menyerang
Presiden AS Donald Trump berada dalam tekanan setelah pada Minggu (6/10/2019), dia menyetujui penarikan 50-100 "operator khusus" dari medan utara Suriah.