Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Korban Dievakuasi Pakai Becak, Seorang Janda Disambar Petir  

Maimunah (42), janda asal Desa Maddi, Kecamatan Nibong Aceh Utara tewas setelah disambar petir pada Senin (7/10/2019)

Editor: bakri
DOK POLRES ACEH UTARA
Sejumlah warga Desa Maddi, Kecamatan Nibong, Aceh Utara melayat ke rumah korban sambaran petir setelah dibawa pulang dari Puskesmas, Senin (7/10/2019). 

LHOKSUKON – Maimunah (42), janda asal Desa Maddi, Kecamatan Nibong Aceh Utara tewas setelah disambar petir pada Senin (7/10/2019) sekira pukul 17.30 WIB. Korban terpaksa dievakuasi dengan menggunakan becak mesin dari lokasi kejadian ke Puskesmas kecamatan setempat yang berjarak sekitar empat kilometer dalam guyuran hujan deras.

Ibu Rumah Tangga (IRT) itu pingsan disambar petir sesaat setelah berteduh di sebuah kios kawasan Desa Tanjong Putoh, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, karena kawasan tersebut diguyur hujan deras. Setiba di Puskesmas, petugas medis menyatakan korban sudah meninggal dunia.

“Korban berangkat dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor (Sepmor) jenis Supra X 125, dengan tujuan mengantarkan anak perempuannya ke salah satu dayah di Kecamatan Paya Bakong,” ungkapr Sekdes Tanjong Putoh, Bukhari kepada Serambi, Selasa (8/10/2019). Sesampai di kawasan itu, ternyata sudah mulai hujan deras. Lalu, korban bersama anaknya berteduh sebentar di kios milik Azwir warga Desa Tanjong Putoh. Tak lama setelah berteduh, kemudian korban mengambil mantel di bawah jok mobil. “Tiba-tiba, korban langsung terjatuh dan pingsan karena diduga terkena sambaran petir,” kata Bukhari.

Melihat ibunya terjatuh, anak korban pulang ke Desa Maddi untuk memberitahukan keluarganya. Sedangkan warga di kawasan Tanjong Putoh yang mengetahui kejadian tersebut, langsung membantu mengevakuasi korban dalam kondisi hujan deras. Maimunang dibawa ke Puskesmas dengan menggunakan becak barang yang berjarak sekitar empat kilometer dengan lokasi kejadian.

“Warga tak berani menghidupkan handphone untuk menghubungi petugas medis agar bisa dijemput dengan ambulance, karena khawatir akan disambar petir,” ujar Bukhari.

Sementara Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Nibong, Ipda Jimmy Hasibuan kepada Serambi menyebutkan, hasil visum di Puskesmas Nibong menunjukkan korban mengalami memar di bagian leher sebelah kiri. Memar itu diduga akibat tersambar peti. Selain itu, korban tidak sadarkan diri saat diantar warga.

Diperkirakan, kata Kapolsek Nibong, korban sudah meninggal di dalam perjalanan saat warga membantu membawa ke puskesmas. “Setelah divisum, kemudian jenazah ibu tersebut diantar petugas medis ke rumahnya di Desa Maddi,” ujar Ipda Jimmy.

Keuchik Maddi, Abduurahman kepada Serambi menyebutkan, korban  siang kemarin sudah dikebumikan di desa setempat. Maimunah sudah sekitar empat tahun menjanda karena suaminya meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anaknya, korban sehari-hari bekerja sebagai petani.

“Korban meninggalkan tujuh anak, satu diantaranya sudah berkeluarga. Sedangkan yang lainnya masih dalam pendidikan. Bahkan anaknya yang paling bungsu, masih sekolah dasar,” ujar Keuchik Maddi. Korban juga termasuk salah satu warga miskin di kawasannya. (jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved