Berita Banda Aceh

Investigasi Ke Pulo Aceh, Ombudsman Sebut Pelayanan Pendidikan Di Sana Memprihatinkan

Menurut Taqwaddin, para tokoh masyarakat menginginkan anak-anak Pulo Aceh bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

Investigasi Ke Pulo Aceh, Ombudsman Sebut Pelayanan Pendidikan Di Sana Memprihatinkan
For Serambinews.com
Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh saat mengunjungi salah satu sekolah di Pulo Aceh, Rabu (9/10/2019). 

Menurut Taqwaddin, para tokoh masyarakat menginginkan anak-anak Pulo Aceh bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Ombudsman Republik Indonesia Aceh melakukan investigasi pelayanan pendidikan di Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar pada tanggal 8-9 Oktober 2019.

Menurut Kepala Ombudsman RI Aceh, Dr Taqwaddin, investigasi tersebut dilakukan karena adanya informasi dari sejumlah pihak yang mengadukan buruknya pelayanan publik di Pulau Aceh.

"Menyahuti pengaduan tersebut, kami menugaskan asisten Ombudsman Aceh untuk melakukan investigasi ke pulau yang letaknya dekat dengan ibukota provinsi tersebut.

Baca: RIAB Fair VIII Resmi Ditutup, MTsS dan MAS Yapena Raih Juara Umum

Investigasi tersebut dipimpin oleh Asisten Rudi Ismawan, didampingi oleh Muammar dan Abdul Muluk," kata Taqwaddin kepada Serambinews.com, Kamis (10/10/2019).

Dalam proses investigasi tim Ombudsman Aceh menjumpai sejumlah tokoh masyarakat Pulo Breuh (bagian dari Pulau Aceh) guna mengumpulkan informasi tentang kondisi pendidikan di daerah tersebut.

Baca: Polisi Meupep-Pep Bahasa Aceh Viral di Bireuen,Ini Cara Brigadir Rahmad Hidayad Tertibkan Lalulintas

Tim Ombudsman menyimpulkan, bahwa kondisi pendidikan di sana cukup memprihatinkan.

"Beberapa tokoh masyarakat yang diwawancarai menyampaikan bahwa ada guru yang jarang datang ke Pulo Aceh. Padahal fasilitas rumah dinas disediakan oleh Pemkab Aceh Besar," katanya.

Baca: Tak Penuhi Janji Kampanye, Walikota Ini Diculik Warga Lalu Diikat dan Diseret dengan Truk di Jalan

Menurut Taqwaddin, para tokoh masyarakat menginginkan anak-anak Pulo Aceh bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

"Hal yang sama juga disampaikan oleh para pemuda dan warga Pulo Breuh. Mereka menginginkan agar anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang layak," kata Taqwaddin.

Saat para Asisten Ombudsman RI Aceh melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Pulo Aceh ditemukan bahwa tidak ada seorang pun guru PNS dan Kepala sekolah yang hadir pada hari Rabu tanggal 9/10/2019.

"Padahal jumlah Guru PNS di sekolah tersebut mencapai 13 orang. Saat tim datang siswa sedang tidak berada dalam kelas, sebagian sudah pulang pada pukul 11.00 WIB," kata Taqwaddin.

Hal ini sungguh memprihatinkan menurut Ombudsman. Sebagai informasi bahwa jumlah siswa di SMA tersebut adalah 88 orang siswa yang berasal dari 12 desa di Pulo Breuh, Kepulauan Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Terkait dengan hasil investigasi tersebut, Dr Taqwaddin selaku perwakilan lembaga negara yang berfungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di Aceh, menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya terhadap kondisi pelayanan publik di pulau tersebut.

"Saya sangat prihatin dan kecewa atas pelayanan seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan sampaikan hasil investigasi ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan juga ke Bupati Aceh Besar," katanya.

"Hasil investigasi ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Aceh dan juga Pemerintah Kabupaten Aceh Besar," pungkas Kepala Perwakilan Ombudsman RI di Aceh, Dr Taqwaddin. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved