Berita Sabang
Pemko Sabang-UNICEF Luncurkan Program ‘Geunaseh’, Komitmen Wali Kota untuk Anak
Program itu diluncurkan sebagai upaya terpadu untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di Sabang.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Safriadi Syahbuddin
Pemko Sabang-UNICEF Luncurkan Program ‘Geunaseh’, Komitmen Wali Kota untuk Anak
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Pemko Sabang dan UNICEF meluncurkan program Gerakan untuk Anak Sehat (Geunaseh), Kamis (10/10/2019) di Aula Kantor Wali Kota Sabang.
Program itu diluncurkan sebagai upaya terpadu untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di Sabang.
Program Geunaseh itu dilaksanakan oleh Pemko Sabang dengan dukungan UNICEF perwakilan Aceh dan Flower Aceh.
Wali Kota Sabang, Nazaruddin SIKom mengatakan, program Geunaseh itu diluncurkan supaya persoalan malnutrisi dan stunting di Sabang dapat ditangani secara terintegrasi.
Tujuannya agar tidak menyebabkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi, dan berdampak pada ancaman kehilangan generasi sehat di daerah tersebut.
Geunaseh merupakan program bantuan tunai yang diharap berjalan efektif.
Baca: Komunitas Aceh Malaysia Laksanakan 11 Kali Kenduri Maulid, Catat Jadwal dan Lokasinya
Baca: TNI Evaluasi Pengamanan Jokowi Setelah Wiranto Ditusuk, Masih Bolehkah Rakyat Bersalaman Presiden?
Baca: Warga Italia Ditemukan Tewas di Sabang, Tergeletak Bersimbah Darah di Resort Miliknya di Iboih
“Program ini merupakan salah satu layanan Pemko Sabang untuk penanganan malnutrisi, tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak Sabang yang berumur 0-6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai,” kata Nazaruddin yang akrab disapa Tgk Agam.
Ia menambahkan, bahwa bantuan dari program Geunaseh diharapkan menjadi penopang pendapatan keluarga penerima, karena dapat digunakan memenuhi kebutuhan dasar anak.
Melalui geunaseh, juga menjadi salah satu komponen pengentasan permasalahan malnutrisi terintegrasi, program ini juga melengkapi program beasiswa pendidikan yang diberikan ke seluruh siswa/siswi Sabang umur 7-18 tahun.
Geunaseh diluncurkan sebagai respons cepat Pemko Sabang atas tingginya kasus malnutrisi dan stunting di wilayahnya.
Pada 2018 tercatat, stunting di Sabang mencapai 540 balita dari jumlah 2.037 balita yang ada atau 26,5 persen.
Artinya, 1 dari 4 balita Sabang mengalami stunting, jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20%.
UNICEF Apresiasi Pemko Sabang
Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini mengapresiasi terobosan Pemko Sabang yang memprakarsai program geunaseh.
Ia berharap program Geunaseh Sabang dapat pula diduplikasikan oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh.
“Hari ini, Pemko Sabang mengambil langkah lebih maju untuk menjadi "kota sejahtera", dengan meluncurkan rencana perlindungan sosial Geunaseh Sabang, yang didanai secara lokal untuk semua anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Artinya geunaseh ini akan mencakup sekitar 4.000 anak,” ujar Debora Comini.
Dengan program ini pula, Pemko Sabang memberikan contoh pengentasan permasalahan malnutrisi dan kemiskinan anak di Aceh dan juga di luar. “Karena pelajaran yang dipetik dari program ini agar dapat direplikasi dan ditingkatkan,” ujar Debora.
Debora juga mengucapkan selamat kepada Kota Sabang karena menjadi pemimpin kelas dunia untuk anak-anak dan membangun fondasi yang kuat untuk Sabang di masa depan.
“Berinvestasi pada anak-anak hari ini, adalah sebuah investasi untuk masa depan Sabang,” tandasnya.(*)
BACA JUGA BERITA POPULER
Baca: Hotman Paris Tinggalkan Sidang Demi Nikita Mirzani, Sempat Nyium
Baca: Pelaku Penikaman Wiranto Sepasang Suami Istri: Keduanya Ditangkap dan Dibawa ke Mako Polsek Menes
Baca: Ini Sosok Abu Rara, Penikam Wiranto, Punya Anak Gadis 13 Tahun, Sempat Nikahi Perempuan Bercadar
Baca: Ashanty Menderita Autoimun, Apa itu Autoimun? Ini Gejala dan Penyebabnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemko-sabang-dan-unicef-luncurkan-geunaseh.jpg)