Truk Sampah

Warisan dari Aceh Timur, Truk Sampah Aceh Tamiang Butuh Peremajaan

Diketahui Aceh Tamiang merupakan pemekaran Aceh Timur pada 2002. Dalam kurun waktu 17 tahun itu, Sayed mengatakan dinasnya cuma mendapat satu tambahan

Warisan dari Aceh Timur, Truk Sampah Aceh Tamiang Butuh Peremajaan
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT WIGUNA
Petugas kebersihan beraktivitas di depan Pajak Bawah, Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Sabtu (12/10/2019). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang menyebut tiga dari empat unit truk pengangkut sampah yang dimiliki saat ini merupakan peninggalan Kabupaten Aceh Timur.

Kondisi ketiga truk itu pun memprihatinkan, karena sering rusak sehingga megganggu proses pengangkutan sampah.

"Sehari bisa dua kali rusak. Maklum saja, usianya sudah tua. Peninggalan Aceh Timur," kata Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi, Sabtu (12/10/2019).

Diketahui Aceh Tamiang merupakan pemekaran Aceh Timur pada 2002. Dalam kurun waktu 17 tahun itu, Sayed mengatakan dinasnya cuma mendapat satu tambahan truk baru yang bersumber dari APBN tahun 2015.

Selain membutuhkan peremajaan, jumlah armada pun dinilainya perlu ditambah agar seluruh kecamatan di bisa dijangkau.

Pemkab Pijay Usul Alphard dan Pajero untuk Mobil Dinas Pejabat, Irwan Djohan: Di Mana Hati Nurani?

Jelang Peringatan Hari Santri Nasional, Kadisdik Dayah Aceh Audiensi dengan Wali Nanggroe

Gedung Pusat Diagnostik di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie Terbengkalai

"Tahun depan kalau tidak ada kendala kita mendapat tambahan dua unit truk baru. Jadi ke depannya armada kita berjumlah enam unit," ujarnya.

Diakuinya keberadaan enam truk memang jumlah ideal untuk menjangkau seluruh wilayah Aceh Tamiang.

Saat ini dengan kondisi empat truk, dia harus menerapkan pola tersendiri, yakni setiap harinya pagi dan malam mengerahkan dua truk ke Kota Kualasimpang, satu truk ke Karangbaru dan satu lagi dikhususkan berkeliling ke kecamatan lain.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengaku tengah memperjuangkan dana insentif bagi petugas angkut sampah. Saat ini petugas hanya menerima honor setiap bulan.

"Uang insentif diupayakan Rp 150 ribu per orang. Resiko kerja mereka cukup besar karena setiap hari bersentuhan langsung dengan kotoran," ucapnya.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved