Amnesty Internasional Desak Malaysia Cabut Aturan Hukuman Mati

Desakan tersebut hadir untuk menghapuskan hukuman mati bagi para pelaku narkoba dan lainnya.

Amnesty Internasional Desak Malaysia Cabut Aturan Hukuman Mati
Adli Ghazali-Anadolu Agency
Warga Malaysia saat merayakan Hari Nasional di Putrajaya, Kuala Lumpur, pada 31 Agustus 2018. 

Amnesty Internasional Desak Malaysia Cabut Aturan Hukuman Mati

SERAMBINEWS.COM - Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Amnesty International melakukan desakan kepada pemerintah Malaysia, Kamis, (10/10/2019).

Desakan tersebut hadir untuk menghapuskan hukuman mati bagi para pelaku narkoba dan lainnya.

Laporan Amnesty Internasional kepada pemerintahan Malaysia dilakukan bertepatan dengan Hari Peringatan Anti Hukuman Mati Dunia, seperti dilansir ABC News, Jumat, (11/10/2019).

Laporan Amnesty Internasional berjudul Fatally Flawed: Why Malaysia mus abolis the death penalty menggambarkan perihal dugaan penyiksaan dan banyak cara agar para pelaku mau mengakui perbuatan mereka.

()

Perdana Menteri Malaysia tahun 2018 Mahathir Mohamad mengatakan pemerintah akan menghapus hukuman mati. (Reuters: Lai Seng Sin untuk ABC News)

Selain itu, Amnesty Internasional juga menggambarkan betapa tidak adanya bantuan hukum yang cukup bagi seseorang yang dijatuhi hukuman mati.

"Dari tuduhan adanya penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya sampai proses pengampunan yang tidak samar, jelas sekali bahwa hukuman mati merupakan noda dalam sistem keadilan di Malaysia," kata Shamini Kaliemuthu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Malaysia.

Laporan  tersebut juga mengungkapkan bahwa 73 persen dari mereka sudah dijatuhi hukuman mati yaitu sebanyak  930 orang karena berkaitan dengan narkoba.

Menurut Amnesty Internasional, hal tersebut bertentangan dengan hukum HAM Internasional

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved