Berita Luar Negeri
Diserang Turki, Kurdi Suriah Diduga Sengaja Lepas Tahanan ISIS, Begini Tanggapan Donald Trump
Sementara Turki telah membantah bahwa serangan mereka tidak mungkin menyebabkan para tahanan ISIS keluar dari kamp-kamp penahanan
otoritas Kurdi melaporkan hampir 800 pendukung asing ISIS yang ditahan di kamp penahanan di Ain Issa di Suriah utara telah melarikan diri usai terjadinya pemboman oleh Turki, Minggu (13/10/2019).
Sementara Turki telah membantah bahwa serangan mereka tidak mungkin menyebabkan para tahanan ISIS keluar dari kamp-kamp penahanan.
Ankara pun menuduh Kurdi telah secara sengaja "mengosongkan" penjara tersebut
• Belum Tempati Rumah Dinas, Anggota DPRA Akan Dapat Rp 10 Juta Untuk Sewa Rumah Setiap Bulan?
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pejuang Kurdi mungkin sengaja membebaskan anggota asing ISIS yang ditahan di penjara di Suriah utara.
Menurut Trump, para pejuang Kurdi melakukan hal itu untuk memancing AS agar membatalkan penarikan tentaranya dan tetap terlibat di Suriah.
Sebelumnya, Pentagon telah mengatakan bahwa Presiden Trump telah memerintahkan penarikan hingga 1.000 tentara AS dari Suriah utara.
• Kurdi Suriah Melawan, Mulai Bom Kota Turki, 9 Orang Termasuk Bayi Berusia 9 Bulan Meninggal
Keputusan Trump untuk menarik pasukan dari wilayah Suriah itu disebut telah membuka jalan bagi Ankara untuk memulai melancarkan operasi militernya terhadap pasukan Kurdi di perbatasan Suriah.
"Eropa memiliki kesempatan untuk mendapatkan tahanan ISIS mereka, tetapi mereka tidak untuk membayar biayanya. 'Biarkan AS yang membayar' kata mereka.." tulis Trump di akun Twitter miliknya.
"Orang-orang Kurdi mungkin melepaskan beberapa (dari para tahanan ISIS) untuk melibatkan kami. (Mereka) bisa dengan mudah ditangkap kembali oleh Turki ataupun negara-negara Eropa dari mana mereka datang, tetapi mereka harus bergerak cepat," lanjut Trump.
• Anak Bongkar Makam Ibunya, Sudah 40 Hari Dikuburkan, Ini Alasan Bawa Pulang Jenazah ke Rumah
Sebelumnya diberitakan, otoritas Kurdi melaporkan hampir 800 pendukung asing ISIS yang ditahan di kamp penahanan di Ain Issa di Suriah utara telah melarikan diri usai terjadinya pemboman oleh Turki, Minggu (13/10/2019).
Sementara Turki telah membantah bahwa serangan mereka tidak mungkin menyebabkan para tahanan ISIS keluar dari kamp-kamp penahanan.
Ankara pun menuduh Kurdi telah secara sengaja "mengosongkan" penjara tersebut.
Turki telah mulai melancarkan operasi militer pada Rabu (9/10/2019), mendorong pasukan yang dipimpin Kurdi menjauh dari wilayah perbatasan di Suriah timur laut yang dilanda pertempuran.
• Gembong Narkoba El Mencho Tak Kenal Ampun, Lebih Kejam Dari El Chapo, Nilai Buronan Rp 140 Miliar
Pihak berwenang Kurdi telah berulang kali memperingatkan bahwa pertempuran dapat memfasilitasi kebangkitan ISIS, dengan memicu ketidakstabilan keamanan dan dapat membuat ISIS membebaskan ribuan anggota serta keluarga mereka yang ditahan di penjara dan kamp-kamp pengungsian.
Sekitar 12.000 anggota ISIS, baik yang berasal dari Suriah, Irak, serta warga asing dari 54 negara, telah ditahan di penjara Kurdi, menurut statistik resmi mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kandidat-capres-amerika-serikat-donald-trump_20151208_111722.jpg)