Berita Luar Negeri

Desakan Penangguhan Keanggotaan Turki di NATO Ditolak Norwegia

Norwegia menolak desakan untuk menangguhkan keanggotaan Turki di NATO, meskipun negara itu mengecam operasi antiteror Turki di utara Suriah.

Desakan Penangguhan Keanggotaan Turki di NATO Ditolak Norwegia
Foto file-Anadolu Agency
Ilustrasi Markas NATO. 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN - Norwegia menolak desakan untuk menangguhkan keanggotaan Turki di NATO, meskipun negara itu mengecam operasi antiteror Turki di utara Suriah.

"Saya pikir aliansi ini akan lebih baik dengan kehadiran Turki," kata Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg dalam konferensi pers gabungan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, Selasa (15/10/2019).

"Sangat penting untuk melibatkan mereka ke dalam keluarga kita, ke dalam ruang-ruang diskusi. Saya pikir lebih mudah untuk bekerja dengan mereka seperti itu," tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Solberg menyatakan keprihatinannya atas operasi militer yang sedang berlangsung.

Dia pun mendesak Ankara untuk menghentikan operasi tersebut.

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki memandang kelompok teroris PKK dan cabangnya, YPG/PYD, sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK -yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa- bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.(AnadoluAgency)

Indonesia dan Turki Perkuat Upaya Kerja Sama Bisnis

BREAKING NEWS - Tabrak Truk setelah Gagal Mendahului, Dua Korban Meninggal di Lokasi Kejadian

Nissa Sabyan Hibur Ribuan Pengunjung Aceh International Percussion di Bireuen

Pelajar SMP yang Tewas Gantung Diri Pernah Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Marshanda Depresia Usia 17 Tahun, Dibawa Rukyah, Rutin ke Psikiater Hingga Bangkit Lagi

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved