Berita Abdya
Pelaku Perampasan Emas 20 Mayam di Abdya belum Ada Titik Terang, Ini Kendala Kepolisian
Belum ada saksi yang melihat pelaku. Termasuk tidak ada yang mengenali sepeda motor (sepmor) digunakan pelaku saat menjalankan aksinya di rumah korban
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Nurul Hayati
Belum ada saksi yang melihat pelaku. Termasuk tidak ada yang mengenali sepeda motor (sepmor) digunakan pelaku saat menjalankan aksinya di rumah korban. Hal itu merupakan kendala aparat kepolisian, mengungkapkan kasus yang sangat menyentak warga Kuala Batee itu.
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Penyelidikan pelaku perampasan gelang emas perhiasan milik Hj Nuraini (70), warga Desa Krueng Pantoe, Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu siang lalu, hingga Jumat (18/10/2019), belum ada titik terang.
Belum ada saksi yang melihat pelaku.
Termasuk tidak ada yang mengenali sepeda motor (sepmor) digunakan pelaku saat menjalankan aksinya di rumah korban.
Hal itu merupakan kendala aparat kepolisian, mengungkapkan kasus yang sangat menyentak warga Kuala Batee, itu.
Namun, aparat kepolisian terus berupaya keras mengungkapkan peristiwa perampasan emas berat 20 mayam, milik ibu mertua Camat Kuala Batee, tersebut.
Bantuan masyarakat sangat diharapkan, dengan memberikan informasi sebagai petunjuk penyelidikan.
• Jadwal Perempat Final Denmark Open 2019 - Marcus/Kevin Awali Perjuangan Lima Wakil Merah Putih
“Saksi dari anggota keluarga dekat korban yang diminta keterangan hanya mengenali warna baju dan celana pelaku. Sedangkan sepmor yang digunakan pelaku saat mendatangi rumah korban tak diketahui,” kata sebuah sumber di Polsek Kuala Batee kepada Serambinews.com, Jumat (18/10/2019).
Namun, dipastikan pelaku perampasan emas yang sangat menggemparkan itu terus dilacak.
Masyarakat juga diminta membantu dengan memberikan informasi yang bisa membantu polisi dalam melakukan penyelidikan.
Misalnya, ada saksi yang melihat pelaku saat mendatangi rumah korban pada Rabu siang lalu.
Sementara warga Kuala Batee sangat berharap, dengan kemampuan professional yang dimiliki kepolisian agar bisa mengungkapkan kasus perampasan emas yang dinilai sangat nekat itu.
“Bisa jadi warga lain menjadi korban berikutnya, jika tak secepatnya terungkap,” kata salah seorang warga Desa Blang Makmur, Kuala Batee.
• Kalahkan Desy Ratnasari, Berikut Daftar Harta Kekayaan Mulan Jameela
Seperti diberitakan, Hj Nuraini yang menjadi korban perampasan gelang emas perhiasan yang terjadi di siang bolong, Rabu (16/10/2019) lalu, ternyata ibu mertua dari Camat Kuala Batee, Khairuman.
“Benar. Gelang emas berat 20 mayam berhasil ditarik paksa pelaku dari tangan ibu di ruang keluarga. Saat peristiwa terjadi kondisi kesehatan ibu kurang sehat,” kata Camat Kuala Batee, Khairuman, dihubungi Serambinews.com, Kamis (17/10/2019).
Pelaku yang masuk ke ruang tamu adalah seorang laki-laki paruh baya dalam keadaan masih memakai helm pengamanan.
Sepmor pelaku diparkir di perkarangan rumah diperkirakan sejenis merek Honda Supra atau Revo.
Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK dihubungi Serambinews.com, Kamis kemarin menjelaskan, masih berupaya melacak pelaku perampasan emas milik IRT di Desa Krueng Pantoe, Kuala Batee itu.
Seorang saksi sedang diminta keterangan di Polsek Kuala Batee.
Diharapkan, keterangan saksi bisa menjadi petunjuk awal untuk mengungkapkan kasus tersebut.
• BMKG Malikussaleh Prediksi Hujan Guyur Sebagian Aceh Hingga 21 Oktober 2019
Kapolres Abdya mengimbau kepada semua warga, agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang baru atau pendatang yang belum kenal agar jangan mudah percaya.
“Segera laporkan kepada aparat kepolisian setempat bila menjumpai hal-hal yang mencurigakan,” kata AKBP Moh Basori SIK.
Seperti diberitakan, salah seorang IRT, warga Desa Krueng Panto, Kuala Batee, menjadi korban perampasan gelang emas perhiasan di rumah kediamannya, Rabu (16/10/2019) siang.
Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK melalui Kapolsek Kuala Batee, Ipda Ramlan, membenarkan peristiwa tersebut.
Keterangan diperoleh bahwa, korban Hj Nuraini dan suaminya HM Nur (75), sedang duduk di ruangan keluarga rumahnya, Rabu, sekira pukul 11.05 WIB.
Tiba-tiba masuk pelaku laki-laki paruh baya dan helm pengaman belum dilepas.
Pelaku memakai baju putih dan celana hitam. Tamu tidak dikenal itu berlasan meminta daun belimbing untuk dijadikan obat.
Pelaku meminta bantuan M Nur (suami korban) untuk mengambil daun belimbing pada batang di belakang rumah korban.
Suasana rumah korban saat itu dalam keadaan sepi.
Di dalam rumah hanya ada Nuraini dan M Nur.
Ketika suami korban mengambil daun belimbing di belakang rumah, pelaku langsung merampas gelang emas perhiasan yang dipakai pada tangan sebelah kiri korban.
Sukses merampas gelas emas dengan menarik secara paksa, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang menjerit.
• Seorang Tahanan Polsek Peusangan Dijemput di Belawan, Ini Identitasnya
Pelaku diperkirakan lari dengan sepeda motor yang memang diparkir di halaman rumah korban.
Tangan kiri korban mengalami luka lecet akibat gelang emas ditarik paksa oleh pelaku.
Setelah mengambil daun belimbing yang diminta palaku, M Nur mendapati istrinya, Nuraini dalam keadaan menangis.
M Nur segera meminta bantuan para warga sekitar.
Rumah korban yang terletak di pinggir Jalan Nasional (Jalan Raya) Blangpidie-Meulaboh, itu dalam waktu singkat dipadati kerumunan warga.
Peristiwa perampasan gelang emas perhiasan milik salah seorang IRT sempat menyetakkan warga Kuala Batee.
Selain terjadi pada siang bolong, dan rumah korban sebenarnya berada pada lintasan Jalan Raya atau kawasan Simpang Tiga menuju Puskesmas Kuala Batee (Blang Makmur).
Lintasan ini tergolong sibuk karena dilintasi semua jenis kendaraan. (*)
• Musda KNPI Lhokseumawe Masuki Hari Terakhir, belum Ada Balon Ketua yang Mendaftar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tangan-irt-korban-rampas-emas-lecet.jpg)