Jumat, 10 April 2026

Berita Subulussalam

Terima Laporan Penampakan Harimau, BKSDA Turun ke Desa Bawan, Ini yang Dilakukan

Tim BKSDA Aceh telah turun ke Desa Bawan, Subulussalam, terkait informasi penampakan harimau sumatera di kebun warga.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Dok BKSDA
STAF BKSDA Aceh wilayah II Subulussalam bersama WCS-IP membuat dua unit kandang ternak antiserangan harimau, menyusul penampakan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) Desa Bawan, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (22/10/2019). 

Laporan Khalidin | Subulussalam

 SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Tim Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Aceh wilayah II Subulussalam telah turun ke Desa Bawan, Kecamatan Sultan Daulat terkait informasi penampakan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

”Benar, memang ada laporan penampakan hari sumatera di Desa Bawan, kami sudah turun ke lokasi,” kata Riya Kamba, Staf BKSDA Aceh wilayah II Subulussalam kepada Serambinews.com, Selasa (22/10/2019).

Menurut Riya, pihak BKSDA sudah turun ke lokasi sejak adanya laporan dari masyarakat Kamis (10/10/2019) lalu.

Petugas BKSDA turun seharis pascalaporan masyarakat yakni Jumat (11/10/2019). Staf yang turun merupakan rekan Riya Kamba dan saat turun ke lokasi, tim menemukan jejak harimau sumatera itu di kebun masyarakat.

Lalu, Riya Kamba bersama rekannya turun kembali hingga bermalam di lokasi perkebunan Desa Bawan, Jumat-Senin (18-21/10/2019).

Di lokasi ini, BKSDA Aceh dan WCS-IP melakukan pembuatan kandang ternak antiserangan harimau atau Tiger Proof Enclosure (TPE).

BKSDA Aceh bersama WCS-IP membuat dua unit kandang anti serangan harimau masing-masing untuk ternak lembu dan kambing sebagai percontohan.

”Kami tidur di Desa Bawan dan selama kami di lokasi tersebut tidak ada laporan mengenai harimau lagi,” ujar Riya Kamba.

Riya Kamba juga mengaku berdasarkan laporen kepala desa setempat tidak ada ternak masyarakat yang dimangsa harimau. Yang ada diterkam harimau justru anjing pemburu babi di sana.

Kandang yang dibuat pihak BKSDA dan WCS-IP untuk antisipasi dan menurut Riya Kamba  biasanya ternak akan aman dari serangan harimau.

Sebelumnya diberitakan, seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam sebulan terakhir dilaporkan masuk ke areal perkebunan masyarakat Desa Bawan, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Kehadiran hewan dilindungi ini membuat  masyarakat terutama petani di Desa Bawan ketakutan beraktivitas di kebunnya.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, Selasa (22/10/2019) satwa bertaring tajam tersebut mulai diketahui dari jejaknya. Namun ada pula informasi bahwa warga turut melihat harimau sumatera ini berkeliaran di perkebunan setempat. Harimau ini terlihat saat siang bolong.

”Bukan jejak kaki saja, tapi ada warga yang melihat di siang hari,” kata Andong Maha

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved