ZIS ‘Mengendap’ di Kasda, Mencapai Rp 8,3 Miliar

Dana sumber dari ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang belum disalurkan Baitul Mal Aceh Barat Daya (Abdya) hingga pertengahan

ZIS ‘Mengendap’ di Kasda, Mencapai Rp 8,3 Miliar
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Kepala Baitul Mal Abdya, Wahyudi Satria SPi memberikan materi tentang pembinaan ZIS kepada perangkat desa dan imum, di Aula Kantor Camat Blangpidie, Kamis (12/10/2017). 

BLANGPIDIE - Dana sumber dari ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) yang belum disalurkan Baitul Mal Aceh Barat Daya (Abdya) hingga pertengahan Oktober 2019, mencapai Rp 8.283.072.440. ZIS yang masih ‘mengendap’ pada Kas Daerah (Kasda) atau Badan Keuangan Daerah (BKD) Abdya itu terdiri dari ZIS tahun 2018 sebesar Rp 3.200.000.000, dan ZIS Silpa penyaluran tahun 2017, 2016, termasuk beberapa tahun lalu yang belum disalurkan berdasarkan hasil audit Badan Periksa Keuangan (BPK) RI berjumlah Rp 5.083.072.440.

“Jadi total ZIS yang belum disalurkan mencapai Rp 8,283 miliar lebih,” kata Sekretaris Baitul Mal Abdya, Amri AR ST menjawab Serambi, Senin (21/10/2019). Amri menjelaskan, dana ZIS tersebut hampir seluruhnya bersumber zakat dari gaji ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemkab Abdya yang disetor ke rekening Baitul Mal melalui Kasda atau BKD Abdya.

Senada dengan Amri, Kepala Baitul Mal Abdya, Wahyudi Satria SPi juga membenarkan, mengendapnya miliaran dana ZIS di kas daerah karena belum disalurkan. Wahyudi mengaku, Baitul Mal sebenarnya sudah menjadwalkan dana ZIS tahun 2018 sebesar Rp 3,2 miliar pada tahun 2019 ini.

“Tapi hasil audit BPK RI, ternyata masih ada ZIS tahun sebelumnya yang belum disalurkan mencapai Rp 5 miliar. Sehingga total ZIS yang belum tersalurkan Rp 8 miliar lebih,” ucap Wahyudi Satria SPi yang dihubungi Serambi, Senin sore. Dengan singkatnya waktu yang tersisa, ungkap dia, maka penyaluran dana ZIS tersebut dipastikan tidak tuntas pada tahun ini, sehingga akan kembali Silpa (sisa anggaran tahun sebelumnya).

Pada bagian lain, Kepala Baitul Mal Abdya, Wahyudi Satria SPi pada awal Oktober lalu sempat menjelaskan bahwa, Baitul Mal sedang memproses administrasi penyaluran ZIS senilai Rp 3,062 miliar kepada sekitar 4.870 mustahik yang tersebar di 152 gampong di kabupaten tersebut. “Saat ini, masih dalam proses input data calon penerima ZIS. Diharapkan, pertengahan November sudah bisa disalurkan,” kata Wahyudi ketika dikonfirmasi ulang Serambi perihal tersebut, Senin (21/10) sore.  

Penyaluran ZIS tahun 2019, sebutnya, ditujukan kepada lima kelompok mustahik, yaitu santunan miskin sebanyak 3.000 orang dengan jumlah santunan Rp 600.000 per orang, santunan fakir biasa sejumlah 650 orang dan fakir uzur 170 orang dengan nilai santunan masing-masing Rp 1 juta per orang.

“Lalu santunan kepada guru balai pengajian/rumah pengajian/TPA sebanyak 550 orang di mana masing-masing menerima Rp 350.000 dan santunan santri mondok luar kabupaten sejumlah 500 orang dengan nilai santunan Rp 500.000 per orang,” tutupnya.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved