Breaking News:

Kampanye Malu Antre Premium, Voucher Rp 100.000 untuk Beralih ke Pertamax

Di bawah sorotan kamera wartawan, orang-orang berseragam biru dongker dengan tulisan Pertamina Aceh di dada kiri dan MAP

Editor: bakri
SERAMBI/HERIANTO
Branch Manager Marketing Pertamina Aceh, Ferry Pasalini bersama staf menawarkan voucher BBM kepada pemilik mobil yang ingin beralih ke Pertamax, di SPBU Lamsayeun, Aceh Besar, Rabu (23/10/2019). 

Di bawah sorotan kamera wartawan, orang-orang berseragam biru dongker dengan tulisan Pertamina Aceh di dada kiri dan MAP #MaluAntrePremium #LebihBaikPertamax di dada kanan, mendekati deretan mobil  yang mengantre premium, menawarkan voucher Rp 25.000 hingga Rp 100.000 kepada para pemilik mobil, agar beralih menggunakan pertamax.

Suasana tersebut terekam di SPBU Lamsayeun Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (23/10) kemarin. Ini adalah salah satu kegiatan Kampanye Malu Antre Premium yang dilaksanakan Pertamina Marketing Branch Aceh.

Amatan Serambi, voucher BBM itu banyak diberikan kepada pemilik mobil jenis SUV kelas menengah ke atas, seperti Mitsubishi Xpander, CRV, dan lainnya yang ingin mengisi premium. Ketika ditawari voucher BBM, beberapa di antara pemilik mobil itu bersedia mengalihkan BBM mobilnya, dari premium ke pertamax. Namun beberapa lainnya, tetap memilih mengisi premium.

Acara kampanye Malu Antri Premium (MAP) ini diawali dengan penjelasan mengenai manfaat dan keuntungan menggunakan BBM jenis pertamax dan pertalite bagi kenderaan bermotor. Kegiatan yang berlangsung di D’Energi Cafe yang berada di Kompleks SPBU Lamsayeun ini dihadiri komunitas sejumlah merek mobil, advokad, mahasiswa, dan awak media. Turut hadir Ketua Hiswanamigas Aceh, Faisal Budiman, Sekretaris Awi, Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Taufiq, dan sejumlah pengusaha SPBU.

Branch Manager Marketing Pertamina Aceh, Ferry Pasalini bersama stafnya bidang BBM, Dimas menjelaskan panjang lebar tentang keuntungan menggunakan BBM jenis pertalite dan pertamax yang mengandung RON (Research Octane Number) mencapai 90 dan 92 persen. Penjelasan ini disertai penayangan video tentang kerja mesin mobil yang mengunakan bahan bakar pertamax.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta yang hadir mempertanyakan tentang anggapan bahwa penggunaan BBM pertalite memberikan dampak kurang bagus bagi mesin motor. Menanggapi ini, Dimas dan Ferry memastikan bahwa anggapan itu salah. Karena, RON BBM jenis premium hanya 88 persen, sementara RON pertalite adalah 90 persen, sehingga secara teknis sistem pembakaran pertalite lebih bagus dari premium.

Ketua Hiswanamigas Aceh, Faisal Budiman menyarankan kepada pihak pertamina agar lebih inovatif dan kreatif dalam melaksanakan kampanye Malu Antre Premium (MAP). Selain memberikan voucher BBM bagi yang mau mengalihkan BBM kenderaan bermotornya, juga memberikan penjelasan mengenai keunggulan BBM nonsubsidi dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat, terutama terkait keawetan mesin motor dan mobil.

Ia juga mengingkatkan, cara yang dilakukan harus bisa menimbulkan simpatik dan tidak menyinggung perasaan orang yang sedang mengantre premium. Karena, lanjut Faisal Budiman, karakter orang yang mengantre BBM bersubdisi berbeda-beda. "Jika salah menggunakan sistem atau cara kampanyenya, bisa menimbulkan masalah hukum nantinya, sehingga target yang dituju tidak tercapai secara maksimal dan sempurna," ujar Faisal yang diamini sejumlah pengacara yang hadir dalam acara kampanye Malu Antri Premium.

Faisal Budiman juga menyatakan, pengusaha SPBU lebih suka menjual BBM nonsubsidi. Karena antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM bersubsidi kerap menutup pintu masuk SPBU, sehingga membuat omset penjualan BBM jenis lainnya menurun.(her)          

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved