Breaking News:

Dana Otsus Aceh

Dana Otsus Aceh Berakhir 2027, Anggota DPR RI asal Aceh Janji Perjuangkan Dana Otsus Jadi Permanen

Anggota DPR RI asal Aceh, Irmawan menyampaikan dirinya bersama anggota DPR RI asal Aceh lainnya akan memperjuangkan dana otonomi khusus (otsus),

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ MASRIZAL
News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali menyambut anggota DPR RI dan DPRA dari PKB, Irmawan dan Rizaluddin yang bersilaturrahmi ke Kantor Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang, Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPR RI asal Aceh, Irmawan menyampaikan dirinya bersama anggota DPR RI asal Aceh lainnya akan memperjuangkan dana otonomi khusus (otsus) yang akan berakhir pada 2027 menjadi permanen.  

“Dana otsus perlu kita perjuangkan lagi,” katanya saat bersilaturrahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Desa Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (25/10/2019).

Hadir bersama Irmawan, anggota DPRA dari PKB, Rijaluddin dan Wakil Sekretaris DPW PKB Aceh, Munawar. Kedatangan rombongan disambut News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, Manajer Sirkulasi, Saiful Bahri dan manajer Promosi dan EO, M Jafar.

Sekedar informasi, Pemerintah Aceh sudah menerima suntikan dana otsus dari pemerintah pusat sejak tahun 2008-2019 sebesar Rp 73.360 triliun. Pembiayaan dana otsus ini akan berakhir pada 2027.  

Menurut Irmawan, perpanjangan dana otsus Aceh ini penting dilakukan pemerintah pusat agar pembangunan Aceh bisa berkelanjutan. Selama ini, penerimaan Aceh dari dana otsus dibatasi limit waktu sampai tahun 2027.

“Menurut saya ada kekeliruan kita dulu ketika disahkan Undang-Undang Otsus. Undang-Undang ini berlaku untuk seterusnya, kenapa kita tidak permasalahkan pembiayaannya yang dibatasi dengan limit waktu,” kata Irmawan.

MaTA dan FISIP UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama Pendidikan Antikorupsi

Cak Imin Tugaskan Irmawan dan HRD Atasi Ketimpangan Pembangunan Infrastruktur di Aceh

Mobil Innova Terbakar di Lembah Seulawah, Diduga Ini Penyebabnya

Karena itu, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh ini ingin memperjuangkan dana otsus Aceh agar tidak dibatasi waktu. Sepanjang Undang-Undang Otsus ini berlaku, sambung dia, pembiayaannya juga harus permanen.

“Ini saya pikir (yang harus kita lakukan) daripada berdebat habis energi urusan bendera tadi, saya pikir lebih bagus kita perjuangkan dana otsus ini menjadi penerimaan permanen masyarakat Aceh,” ujar dia.

Irmawan berjanji akan mendesak pemerintah pusat untuk memperpanjang dana otsus untuk Aceh. “Kita akan terobos pemerintah pusat biar dana otsus ini menjadi penerimaan permanen pemerintah Aceh,” tegas politisi PKB ini.

Dalam pertemuan kemarin, Irmawan tidak menyinggung masalah penggelolaan dana otsus yang sudah diterima Pemerintah Aceh sejak tahun 2008-2019. Dia mengaku penggunaan dana otsus selama ini belum efektif.

“Barangkali itu problem lain. Akan lebih fatal lagi jika otsus dihentikan, kita berharap otsus ini menjadi penerimaan permanen dan penggelolaan anggaran ini akan kita efektifkan,” ungkap politisi asal daratan tinggi Gayo tersebut.

Apalagi saat ini DPR RI sudah membentuk tim pemantau dana otsus Aceh yang diketuai langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin. Tim ini akan bertugas mengawal dan memantau penggunaan dana otsus di Aceh.

“Kita sudah memiliki komiten untuk serius mengawal dana otsus di Aceh agar dana otsus ini tidak disia-siakan, sehingga satu sen anggaran (Aceh) akan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Irmawan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved