Senin, 11 Mei 2026

Ratoh Jaroe

Apa Perbedaan Ratoh Jaroe dan Saman Gayo, Ini Penjelasan Kadis Budpar Aceh

Tari Saman hanya dimainkan penari laki-laki dalam jumlah ganjil, Tari Ratoh Jaroe dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap.

Tayang:
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok BPPA
Poster Festival Ratoh Jaroe 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Aceh, Jamaluddin menjelaskan beberapa perbedaan antara tari Ratoh Jaroe dan Saman. 

Penjelasan ini diperlukan agar publik memahami ciri dan karakteristik kedua tarian tersebut.

Penjelasan disampaikan Kadis Budpar Aceh Jamaluddin mewakili Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka Babak Final Festival Ratoh Jaroe m emperebutkan Piala Gubernur Aceh, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI, Sabtu (26/19/2019) malam.

Babak final festival Ratoh Jaroe diikuti 26 grup berasal dari Jabodetabek dan Jawa Tengah.

"Ada beberapa perbedaan antara kedua tari itu, terutama dari sisi penarinya, syair dan musik pengiring. Jika Tari Saman hanya dimainkan penari laki-laki dalam jumlah ganjil, Tari Ratoh Jaroe dimainkan oleh penari perempuan dalam jumlah genap," kata Jamaluddin.

Perbedaan lainnya, Tari Saman tidak menggunakan alat musik, Tari Ratoh Jaroe diiringi alat musik rapa’i. Tari Saman berasal dan hidup di Gayo Lues.

“Dilihat dari tampilan juga ada beberapa perbedaan. Tari Ratoh Jaroe bisa menampilkan aneka pakaian penari untuk menambah keindahan gerak. Sedangkan tari Saman konsisten pada keindahan gerak yang maskulin, dengan seragam tari yang sama,” ujarnya.

Tari Ratoh Jaroe dikreasikan oleh Yusri Saleh akrab disapa Dekgam, pegawai pada Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)  di Jakarta. 

Festival Ratoh Jaroe ini memperebutkan Piala Gubernur Aceh sudah berlangsung sejak 2007.

"Perjalanan Tarian Ratoh Jaroe ini telah masuk pada tahun ke-12," kata Kepala BPPA  Almuniza Kamal.

Berbeda dengan Festival Ratoh Jaroe tahun 2019 ini, kata Almuniza, Festival ini telah meluas ke beberapa daerah lain seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  

"Sebelumnya, Tarian Ratoh tersebut hanya berkembang di seputar Jabodetabek saja," katanya.

Festival kali ini diawali dengan audisi melibatkan 1.560 perorangan.

Seleksi awal diselenggarakan  di SMP Nizamia Andalusia Middel School, Jakarta diikuti oleh 31 grup. Kesemua peserta adalah siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved