Korban Butuh Seragam Sekolah, Kebakaran di Keude Paya Bakong
Murid dan pelajar di Desa Keude Paya Bakong, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara yang menjadi korban kebakaran saat ini
LHOKSUKON – Murid dan pelajar di Desa Keude Paya Bakong, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara yang menjadi korban kebakaran saat ini membutuhkan seragam, dan peralatan untuk ke sekolah. Sebab, semua barang dalam rumah korban tak sempat diselamatkan saat kejadian kebakaran yang menghanguskan 21 bangunan, Jumat (25/10) sekira pukul 03.00 WIB.
Sebagaimana diiberitakan sebelumnya, sebanyak 19 rumah toko (ruko) berkonstruksi kayu dan beton, satu rumah, dan satu tempat usaha milik warga Desa Keude Paya Bakong ludes terbakar. Beruntung, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa. Akan tetapi, kerugian ditaksir miliar rupiah.
“Hari pertama pascakejadian, murid dan pelajar yang menjadi korban kebakaran tak bisa sekolah karena semua peralatan mereka ludes terbakar,” lapor Keuchik Keude Paya Bakong, Saifullah Is kepada Serambi, Sabtu (26/10/2019). Tapi, hari ini (kemarin red), murid dan pelajar korban kebakaran sudah mulai kembali ke sekolah.
Disebutkan Saifullah, 13 murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) yang menjadi korban kebakaran tetap datang sekolah dengan berpakain sehari-hari. Namun, sesampai di rumah sekolah, mereka mendapatkan seragam kemungkinan bantuan dari sekolah masing-masing. “Jumlah murid ada 13 orang. Kemudian yang sudah SMP 6 orang, dan tiga siswa SMA,” ujar Keuchik.
Saifullah secara terbuka mengakui, kebutuhan lain yang saat ini sangat dibutuhkan korban kebakaran adalah kelambu. Karena, korban kebakaran yang laki-laki mengungsi di tenda darurat yang didirikan di lokasi kejadian. Sehingga kawasan tersebut pada malam hari banyak nyamuk.
Sedangkan korban yang perempuan bersama anak-anaknya mengungsi ke rumah saudaranya. “Karena tidak mungkin juga mereka tinggal di tenda bersama anak-anak. Jadi, mereka lebih memilih mengungsi ke rumah saudaranya saja. Namun, untuk kebutuhan makan, sudah disediakan dapur umum di lokasi untuk 98 jiwa,” ungkap Keuchik Keude Paya Bakong.
Ditambahkan, akibat kejadian itu, satu unit mobil bersama sejumlah sepeda motor (sepmor) juga hangus terbakar. “Jumlah sepeda motor yang terbakar saya tidak ingat, tapi tadi ada sekitar lima sepmor di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Keuchik Keude Paya Bakong, Saifullah menyebutkan, bantuan untuk masa panik sudah diterima dari berbagai pihak. Misalnya, Sabtu (26/10/2019) kemarin, bantuan dari Pemerintah Aceh sudah diantarkan langsung oleh tim Pemkab Aceh Utara.
Ia menyebutkan, untuk bantuan masa panik sudah mencukupi untuk beberapa hari ke depan. Tapi, di sisi lain, Saifullah mengakui, korban kebakaran masih membutuhkan bantuan terutama pakaian sehari-hari. “Kan, kita semua mengetahui, mereka saat musibah tak bisa menyelamatkan harta bendanya kecuali pakaian yang ada di badannya,” sebut keuchik.(jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/keude-paya-bakongn-aceh-utara-terbakar.jpg)