Berita Aceh Barat Daya
Wakil Ketua dan Anggota DPRK Abdya Tinjau Abrasi Pantai Jilbab Susoh, Ini Janji Kepala BPBK
Selain para wakil rakyat, kepala BPBK Abdya, Amiruddin SPd turut hadir untuk meninjau lokasi yang terkena abrasi tersebut.
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nur Nihayati
Selain para wakil rakyat, kepala BPBK Abdya, Amiruddin SPd turut hadir untuk meninjau lokasi yang terkena abrasi tersebut.
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli SH bersama anggota DPRK Abdya, meninjau lokasi yang terkena abrasi di kawasan pantai Jilbab, Kecamatan Susoh, Minggu (27/10/2019).
Selain para wakil rakyat, kepala BPBK Abdya, Amiruddin SPd turut hadir untuk meninjau lokasi yang terkena abrasi tersebut.
Wakil ketua II DPRK Abdya, Hendra Fadli menyambut baik langkah pemerintah Abdya yang mengusulkan pembangunan breakwater senilai Rp 25 miliar untuk mengatasi abrasi di pesisir Pantai Jilbab tersebut.
• DPW PA Bireuen Gelar Muswil, Dihadiri Bupati Pijay Aiyub Abbas
• Puji Hartini, Wanita Pengusaha yang Banting Stir jadi Politikus, Kini jadi Wakil Ketua DPRK Nagan
• Viral Dokter Rela Dibayar Rp 10 Ribu, Kemana-mana Cuma Naik Mikrolet
"Ini langkah yang tepat, untuk menyelamatkan warga di pesisir susoh, yang sudah menjadi langganan abrasi sejak 2013," ujar wakil ketua II DPRK Abdya, Hendra Fadli SH didampingi anggota DPRK, Julinardi, Dina Afridha dan Munardar.
Namun, kata Hendra Fadli, sebelum breakwater dibangun, sebaiknya pihak dinas terkait terlebih dahulu berkoordinasi dengan masyarakat, sehingga pembangunan tersebut bisa bermanfaat.
Karena, lanjutnya, sesuai pengakuan masyarakat, bahwa abrasi ini terjadi akibat adanya pembangunan breakwater yang dibelokkan.
Menurut masyarakat jika diluruskan, maka tidak terjadi abrasi seperti ini.
"Ini jelas perencanaan tidak matang. Saya berharap pembangunan breakwater sebelumnya itu, menjadi pelajaran pihak dinas kedepan, harus berkoordinasi dengan warga dan pemerintah setempat, karena yang tau situasi dan kondisi adalah warga setempat, sehingga tidak menjadi mubazir, dan malapetaka bagi masyarakat," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Julinardi. Ia meminta BPBK Abdya, segera membangun tanggul tanggap darurat, sebelum abrasi menghancurkan rumah warga yang hanya terpaut belasan meter dari bibir pantai.
"Alhamdulillah, Pak Amir berjanji Senin besok akan dibangun tanggul tanggap darurat. Kami minta, ini harus ditepati, jangan ditunda-tunda lagi, karena sangat rawan dan mengancam rumah warga," ujar anggota DPRK Abdya, Julinardi.
Bangun Tanggul Darurat
Sementara itu, kepala BPBK Abdya, Amiruddin mengaku akan membangun tanggul darurat di kawasan yang terkena abrasi tersebut.
"Insya Allah, Senin sudah kita bikin tanggul darurat, keuchik sudah kita minta datang ke kantor ambil karung," ujar Amiruddin.
Ia menjelaskan, pembuatan tanggul darurat itu bertujuan agar abrasi tidak meluas dan bibir pantai aman dari terjangan ombak, khususnya rumah penduduk terhindar dari ancaman hantaman ombak.
“Tanggul darurat yang kita bikin itu berupa pasir yang kita isi dalam karung. Kalau jangka panjang harus batu gajah, insya Allah 2020 sudah dibangun," ungkap.
Amiruddin mengakui kalau kawasan tersebut sering dilanda abrasi, sehingga harus ditanggulangi secara permanen.
"Talud yang rusak sekitar 20 meter lebih, rumah dua unit," katanya.
Dia tambahkan, terkait permintaan warga untuk merusak breakwater karena menjadi pemicu abrasi di kawasan pesisir Susoh tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi.
"Itu kan aset provinsi, kita tidak berani menghancurkan tanpa persetujuan mereka, karena itu aset provinsi, namun jangka pendek dan daurat tetap kita lakukan besok," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/meninjau-lokasi-pantai-jilbab-yang-dihantam-abrasi.jpg)