Breaking News:

Komisi III

PAN Tetapkan Anggota DPR asal Aceh Nazaruddin Dek Gam Duduk di Komisi III

Presiden Persiraja ini menduga mudahnya masuk sabu-sabu ke Aceh karena terlalu banyaknya pintu masuk dan longgar.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Nazaruddin Dek Gam 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPR RI asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam diberikan kepercayaan oleh Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan untuk duduk di Komisi III.

Bersama Dek Gam juga ada anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga dari Aceh, Nasir Djamil.

Nazaruddin Dek Gam kepada kepada Serambinews.com, Selasa (29/10/2019) mengatakan amanah yang diberikan oleh PAN terhadap dirinya akan dijalankan dengan sebaik mungkin.

Baginya ini merupakan tanggungjawab yang harus mampu dijalankan untuk mengawal proses pemerintahan yang berkaitan dengan Komisi III.

Untuk diketahui, Komisi III DPR RI membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Irwandi Teken 16 Surat Partai dari Balik Jeruji, Tim Kuasa Hukum Tiyong Cs Minta Klarifikasi KPK

FIFA Hanya Pilih 6 Stadion untuk Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

Spesifikasi Oppo A5 2020 dan Oppo A9 2020, Harga Rp 2 Jutaan, Intip Fitur Unggulannya

"Saya sudah diperintahkan oleh PAN untuk duduk di komisi III. Saya akan fokus pada masalah penegak hukum, banyak yang harus kita benahi, termasuk penempatan pejabat Polri di Aceh," kata Nazaruddin Dek Gam.

Dia menyatakan, sudah tiga tahun pejabat utama di Polda Aceh tidak ditempati oleh putra daerah.

“Malu kita sama Papua. Sudah tiga tahun pejabat utama di Polda Papua dan Papua Barat, 75% putra daerah. Kita udah tiga tahun jangankan Kapolda, Irwasda aja nggak ada putra daerah,” ungkap dia.

Selain itu, Nazaruddin Dek Gam juga menyorot masalah maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Tanoh Rencong.

Presiden Persiraja ini menduga mudahnya masuk sabu-sabu ke Aceh karena terlalu banyaknya pintu masuk dan longgar.

“Narkoba udah merajalela di Aceh. Itu juga menjadi catatan bagi saya. Makanya harus kita RDP (rapat dengar pendapat) dulu dengan pihak BNN. Apa mereka kurang personil atau mereka kurang intelijennya sehingga dengan mudah sabu-sabu masuk ke Aceh,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved