Breaking News:

Kisruh PNA

Irwandi Teken 16 Surat Partai dari Balik Jeruji, Tim Kuasa Hukum Tiyong Cs Minta Klarifikasi KPK

Dari catatan pihaknya, ada 16 surat yang diteken oleh Irwandi selama terjadinya kisruh di internal partai.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/IST
Kolase Serambinews.com, Aktivis GeRAK Aceh Askhalani dan Irwandi Yusuf 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kisruh internal Partai Nanggroe Aceh (PNA) memasuki babak baru.

Tim Advokasi PNA hasil Kongres Luar Biasa (KLB) mempertanyakan keabsahan surat yang dikeluarkan Irwandi Yusuf selama ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu tim advokasi PNA, Askhalani SH mengatakan pihaknya sudah mengirim surat klarifikasi ke KPK.

Tujuannya untuk mendapatkan informasi terkait keabsahan surat yang diteken Irwandi selama ini, termasuk surat pemecatan Samsul Bahri alias Tiyong.

Hakim Sarankan Irwandi dan Tiyong Berdamai, Ini Jawaban Masing-Masing Kuasa Hukumnya

Sidang PNA, Irwandi Yusuf Vs Tiyong Dimulai, Satu Tergugat tidak Hadir

Irwandi Gugat Tiyong Cs, Kader PNA Oranyekan Pengadilan Negeri

Permintaan klarifikasi itu buntut dari gugatan Irwandi terhadap Tiyong (Ketua DPP PNA hasil KLB), Miswar Fuady (mantan Sekjen PNA), dan Irwansyah selaku Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) ke Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Gugatan itu saat ini sedang berlangsung di Pengadilan.

“Surat yang ditandatangani oleh Irwandi Yusuf sebagai penggugat terhadap Samsul Bahri alias Tiyong, Miswar Fuady, dan Irwansyah (selaku tergugat I, II, dan III), diragukan keabsahannya,” kata Askhalani kepada Serambinews.com, Selasa (29/10/2019) melalui sambungan telepon.

Kuasa hukum Irwandi (penggugat) Hasfan Yusuf Ritonga cs (tiga dari kiri) berbincang dengan kuasa hukum tergugat I dan tergugat II Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong dan Miswar Fuady seusai sidang perdana gugatan sengketa Partai Nanggroe Aceh (PNA) di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/10/2019).
Kuasa hukum Irwandi (penggugat) Hasfan Yusuf Ritonga cs (tiga dari kiri) berbincang dengan kuasa hukum tergugat I dan tergugat II Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong dan Miswar Fuady seusai sidang perdana gugatan sengketa Partai Nanggroe Aceh (PNA) di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/10/2019). (SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR)

Dia menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihaknya sehingga meragukan keabsahan surat Irwandi.

Menurut Askhalani, tidak mungkin surat yang ditandatangani begitu mudah dilakukan sementara penggugat saat ini di tahan di rutan KPK.

Dari catatan pihaknya, ada 16 surat yang diteken oleh Irwandi selama terjadinya kisruh di internal partai.

Dimulai dengan surat pemberhentian Tiyong dan Miswar Fuady dari ketua harian dan sekretaris jenderal (sekjen) PNA tertanggal 5 Agustus 2019.

Sedangkan surat terakhir yang ditandatangan oleh Tgk Agam, sapaan Irwandi adalah surat Nomor O16/SK/DPP-PNA/X/2019 perihal kepengurusan PNA yang sah yang ditujukan kepada Ketua DPR Kabupaten/Kota Se Aceh tertanggal 15 Oktober 2019.

“Merujuk pada hal tersebut, maka tim hukum PNA melayangkan surat klarifikasi tertulis kepada KPK untuk mempertanyakan apakah benar pada tanggal tertentu ada pihak yang ketemu dengan Penggugat membawa surat-surat untuk diteken,” kata Askhalani.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved