Luar Negeri
Perdana Menteri Lebanon Saad Al-Hariri Mengundurkan Diri Usai Didemo Hampir 2 Pekan
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri memutuskan mengundurkan diri setelah aksi protes menentang pemerintah mencapai 13 hari.
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri memutuskan mengundurkan diri setelah aksi protes menentang pemerintah mencapai 13 hari.
Hariri menyatakan, dia menghadapi "jalan buntu" dan bakal segera menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Michel Aoun.
Aksi protes itu berlangsung di seantero Lebanon.
Bank hingga sekolah tutup setelah seluruh laposan masyarakat meminta pemerintah untuk mundur.
Ratusan ribu orang menepikan perbedaan agama dan politik.
Mereka turun ke jalan dan menyerukan agar pemerintah mengakhiri korupsi hingga sektarianisme.
Melansir AFP, Pengunduran diri Hariri disambut gembira para demonstran yang telah turun ke jalan sejak 17 Oktober lalu.
Namun bagi banyak demonstran, pengunduran diri Hariri belumlah cukup.
"Pengunduran diri ini disambut namun itu belum cukup," ujar Tima Samir (35), seorang ibu dua anak yang ikut dalam unjuk rasa di Tripoli bersama ratusan orang lainnya.
"Kami ingin seluruh sistem berubah," imbuhnya.
Pengumuman mundurnya Hariri disambut gembira para demonstran di berbagai wilayah Lebanon, termasuk di kota Sidon, Lebanon selatan, kota asal Hariri.
Mereka menyanyi dan menari-nari di lapangan pusat Sidon.
"Said Hariri berasal dari kota ini dan kota ini selalu mendukung dia. Tapi hari ini, rakyat menginginkan perubahan," tuturnya kepada AFP, Rabu (30/10/2019).
Sebelumnya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Selasa (29/10) waktu setempat, Hariri mengumumkan pengunduran dirinya.
Dia menyebut keputusannya ini sebagai respons atas keinginan banyak warga Lebanon yang turun ke jalan untuk menuntut perubahan.
"Kita harus melakukan kejutan besar untuk memperbaiki krisis. Saya akan ke Istana Baabda untuk menyerahkan pengunduran diri pemerintah," ujar Hariri.
Dalam pidatonya, Hariri mengatakan bahwa dirinya telah menemui jalan buntu dan menyerukan para elite politik untuk melindungi negara.
Aksi demo besar-besaran di Lebanon dipicu oleh kemarahan warga atas meningkatnya biaya hidup dan rencana pajak baru, termasuk biaya panggilan WhatsApp, yang dengan cepat ditarik kembali setelah protes pecah.
Ini adalah demonstrasi terbesar dalam beberapa puluh tahun terakhir.
Demonstrasi yang diwarnai sejumlah kerusuhan ini pecah menyusul meningkatnya keluhan terkait korupsi pemerintah, salah kelola dana, dan kegagalan pemerintah menangani angka pengangguran yang tinggi di Lebanon.
Dilansir Sky News Selasa (29/10/2019), demonstrasi itu berlangsung mulai dari kota konservatif Tripoli, ibu kota Beirut, hingga Tyre.
Mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa menyatakan, mereka menginginkan agar politisi yang menguasai Lebanon sejak perang saudara 1975-1990 mundur.
Krisis ekonomi yang terjadi akibat demonstrasi disebut terburuk sejak periode perang saudara, dengan pasar gelap merajalela.
Saad Hariri mengemban jabatannya sebagai Perdana Menteri pada Desember 2016.
Sebelumnya dia pernah menjabat pada November 2009 hingga Juni 2011.
Dalam pernyataannya di televisi, Hariri menuturkan dia sudah mencari "berbagai solusi" untuk mengatasi kesulitan yang dialami Lebanon.
"Ini adalah waktunya bagi kita menghadapi krisis ini. Tanggung jawab kami adalah melindungi Lebanon dan memulihkan ekonomi," ujarnya.
Dalam aksi protes di Beirut, massa anti-pemerintah dilaporkan diserang dan dipukul mundur oleh para simpatisan kelompok Hezbollah.
Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, sebelumnya mengkritik massa penentang pemerintah, dengan pendukungnya meneriakkan namanya.
Nasrallah yang kelompoknya menguasai Lebanon menuding, unjuk rasa yang terjadi ditunggangi oleh kekuatan asing dan kelompok politik rival.
• Akhir 2019 Gerhana Matahari Terjadi Tepat pada Hari Tsunami Menerjang Aceh, Ini Lokasi Pengatamannya
• Pemkab Pidie Jaya Pastikan BNPB Bangun Sisa Rumah Korban Gempa Tahap Akhir, Nilai Per Unit Istimewa
• Viral Video Pembatas Jalan di Tol Pandaan-Malang Bergerak Sendiri, Apa Penyebabnya?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aksi Protes Berlangsung 13 Hari, PM Lebanon Mengundurkan Diri"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-lebanon-saad-_al-hariri-yang-mengundurkan-diri.jpg)