Berita Bireuen
Nelayan Kuala Jeumpa Bireuen Memilih Perbaiki Boat dan Jaring Ikan, Ini Alasannya
Namun,ada juga masyarakat yang hidupnya sangat bergantung dari kondisi alam, cuaca atau masanya, untuk bisa memenuhi atau mengasapi dapur keluarganya
Penulis: Ferizal Hasan | Editor: Nur Nihayati
Namun,ada juga masyarakat yang hidupnya sangat bergantung dari kondisi alam, cuaca atau masanya, untuk bisa memenuhi atau mengasapi dapur keluarganya
Laporan Ferizal Hasan I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Setiap manusia atau masyarakat memiliki cara dan pekerjaaan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Baik sebagai petani, nelayan, pegawai negeri maupun wiraswasta.
Namun, ada juga masyarakat yang hidupnya sangat bergantung dari kondisi alam, cuaca atau masanya, untuk bisa memenuhi atau mengasapi dapur keluarganya.
• BREAKING NEWS : Ibu dan Anak Meninggal Tergilas Truk saat Hendak Pergi Sekolah, Begini Kronologisnya
• Jalan Nasional Simpang Desa Juli Cot Mesjid Bireuen Tergenang, Rawan Kecelakaan
• Drainase Pasar Lama Bireuen Sumbat, Ini Dilakukan Puluhan Warga
Seperti halnya yang dirasakan dan dijalani oleh nelayan di Desa Kuala Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh.
Nelayan di desa tersebut kini mengaku cukup sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Betapa tidak, mereka sejak beberapa bulan terakhir ini belum bisa melaut, karena muara atau kuala sudah sangat dangkal dan kekeringan.
"Kami saat ini lebih memilih memperbaiki jaring ikan dan mesin boat yang rusak, karena kami tidak bisa melaut, akibat muara kuala sudah dangkal," kata Amiruddin, nelayan setempat.
Katanya, jika pun ada nelayan yang nekat melaut, harus menunggu ombak besar agar bisa keluar ke laut.
"Jika pun harus nekat melaut, saat keluar melaut atau saat pulang melaut, kerap terjadi musibah, yaitu baling-baling mesin boat atau wel boat sering patah, karena tersangkut dalam tanah atau pasir laut, karena kuala sudah sangat dangkal," keluh Amiruddin yang diiyakan nelayan lainnya.
Amiruddin dan nelayan Kuala Jeumpa sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk mengeruk muara atau kuala yang sudah sangat dangkal itu. Sehingga nelayan tidak jadi pengangguran.
"Sejak kuala dangkal, banyak nelayan yang jadi pengangguran, jika pun tidak, kami harus kerja memperbaiki jaring ikan dan mesin boat yang rusak," pungkas Amiruddin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/memperbaiki-jaring-ikan-yang-rusak.jpg)