Breaking News:

MPU Dampingi Pelaku Usaha, Guna Peroleh Sertifikat Halal Gratis

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara mendampingi delapan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) untuk memperoleh

MPU Dampingi Pelaku Usaha, Guna Peroleh Sertifikat Halal Gratis
IST
MUZAKKIR FUAD, Kepala Sekretariat MPU Aceh Utara

LHOKSUKON – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara mendampingi delapan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MPU Aceh. Diperkirakan dalam waktu dekat prosesnya segera rampung.

Sebagaimana diketahui, MPU Aceh Utara sebelumnya sudah mengadakan sosialisasi produk halal kepada ratusan keuchik di kabupaten setempat. Kegiataan tersebut berlangsung selama tiga hari di tujuh titik. Salah satu materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tata cara pengurusan sertifikat halal. Karena, ke depan sertifikat halal menjadi syarat wajib agar produk dapat dipasarkan.

Untuk mempercepat prosesnya, MPU juga membentuk tim pengawasan dan pendampingan. “Guna menyeleksi delapan UKM, kita bekerjasama dengan lembaga konsultan independen untuk menentukan UKM yang akan dipilih sebagai pilot projek,” ungkap Kepala Sekretariat MPU Aceh Utara, Muzakkir Fuad MSM kepada Serambi, Sabtu (2/11).

Tim tersebut terdiri dari unsur pimpinan MPU Aceh Utara, sekretariat MPU, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan bagian hukum Pemkab Aceh Utara. Berkas delapan UKM tersebut sudah disampaikan kepada LPPOM MPU Aceh untuk diperiksa.

Tahapan selanjutnya, ungkap Muzakkir, pihaknya sedang menunggu tim LPPOM yang akan berkunjung ke UKM tersebut, untuk memberi penilaian sebelum diterbitkan sertifikat halal. Kini, berkasnya para pelaku usaha sudah lengkap. “Ini Program perdana MPU Aceh Utara soal sertifikat halal,” ujar Muzakkir.

Disebutkan, pendampingan tersebut juga bagian sosialisasi produk halal. Selain itu, untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum. Di mana MPU juga membuka pendaftaran untuk pengurusan sertifikat halal. “Ini juga bagian tugas pokok dan fungsi MPU dalam membantu LLPOM,” pungkasnya.

Sementara Darwati (34), pemilik usaha teh tanpa pengawet asal Desa Cot Seutui, Kecamatan Kuta Makmur kepada Serambi menyebutkan, dirinya sangat berterima kasih kepada MPU Aceh Utara yang sudah bersedia memilih usahanya untuk mendapat sertifikat halal. Sehingga ke depan diharapkan bisa berkembang lagi.

“Alhamdulillah, kalau kami yang mengurus tentu saja tidak mampu. Dengan adanya sertifikat halal tersebut akan membuat masyarakat semakin yakni dengan produk kami. Ini rahmat kepada saya,” ujar Darwati.(jaf)   

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved