Nova Beri Bonus Tim Porwil Aceh  

Sukses merebut medali emas cabang bergengsi di arena Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X di Bengkulu, tim sepakbola Aceh

Editor: bakri
FOTO/HUMAS PEMERINTAH ACEH
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengalungan medali emas Porwil kepada pemain Aceh di Stadion Semarak, Sawah Lebar, Bengkulu. FOTO/HUMAS PEMERINTAH ACEH 

BANDA ACEH - Sukses merebut medali emas cabang bergengsi di arena Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X di Bengkulu, tim sepakbola Aceh menerima bonus. Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menyerahkan bonus sebanyak Rp 50 juta atas keberhasilan itu.

Kadispora Aceh, Dedi Yuswadi kepada Serambi tadi malam menyampaikan bahwa bonus yang diberikan Pemerintah kepada tim sepakbola Aceh harus mampu memacu prestasi di PON 2020. Porwil itu ia katakan, merupakan langkah awal untuk meraih prestasi di pesta empat tahunan.

Ia berharap prestasi yang diraih oleh tim Aceh tidak menyebabkan euforia yang berlebihan. Karena tim yang sama harus terus melakukan persiapan untuk berlaga di PON yang kemungkinan dihelat Oktober 2020 di Papua.

"Ini awal dari prestasi. Di PON mereka harus menunjukkan keberhasilan yang sesungguhnya. Mereka tim yang sama akan disiapkan ke PON, dan mereka cuma punya waktu sekitar satu tahun," ujar Dedi.

Ia mengatakan, bonus Rp 50 juta yang diberikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sebagai apresiasi kepada tim sepakbola Aceh yang meraih emas dan lolos ke PON. Sebab Aceh sudah cukup lama tidak merebut emas sepakbola Porwil, dan meraih tiket PON.

Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM kepada Serambi, kemarin mengucapkan terima kasih banyak kepada Plt Gubernur yang sudah menyerahkan bonus kepada anak-anak. Semoga, bonus ini semakin menambah kepercayaan pemain untuk mempersiapkan diri menuju PON 2020 di Papua.

Menurut Nazir, penyerahan bonus tersebut diserahkan Plt Gubernur sebelum berangkat ke Bandara Fatmawati Bengkulu untuk menuju Jakarta, Senin (4/11/2019) kemarin. “Alhamdulillah, anak-anak terharu dengan perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Aceh. Terima kasih banyak kami ucapkan,” katanya.

Seperti diketahui, punggawa Tanah Rencong berhasil mendulang medali emas sepakbola setelah 20 tahun masa penantian. Di partai final yang berlangsung di Stadion Semarak, Sawah Lebar, Ridha Umami dkk mampu memupus ambisi dari tuan rumah Bengkulu, 1-0.

Gol tunggal dihasilkan melalui tandukan anak muda asal PS Peureulak Raya, Akhirul Wahdan pada masa injury-time. Gol ini bermula dari tendangan bebas pemain Persal Tapaktuan, Reza Santika yang diakhiri sundulan akurat Kilul–sapaan akrab Akhirul Wahdan–.

Kecuali merebut emas Porwil, besutan Azhar-Muklis Rasyid-Edy Gunawan juga memastikan satu tiket lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Sementara dua tiket lain menjadi milik tuan rumah Bengkulu, dan Sumatera Utara. Sumut memastikan lolos selepas menjegal Sumatera Barat, 3-1.

Langkah anak-anak Bumi Iskandar Muda untuk berangkat ke ujung timur Indonesia semakin lengkap. Ya, selama berlangsungnya pertandingan di pesta empat tahunan itu, mereka sama sekali tak pernah menelan kekalahan. Muhammad Risky Yusuf dkk sukses membekap Kepri (2-1), Babel (1-0), Sumatera Selatan (4-0), dan Bengkulu (1-0). Hanya Sumut yang mampu menahan Aceh 0-0.

Tambahan pundi-pundi bonus dari Amiril Mukminin dkk semakin bertambah. Ya, Yasvani Yusri cs kembali menerima bonus Rp 20 juta dari Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam, dan manajer tim Porwil Aceh, Mayor Agusti. Keduanya masing-masing memberikan bonus Rp 10 juta.

“Bonus ini sebagai bentuk apresiasi PSSI Aceh dan manajemen tim terhadap perjuangan anak-anak selama ini. Terlebih, mereka sudah tampil habis-habisan menjaga marwah daerah dengan prestasi terbaik. Jadi sangatlah wajar jika pemain menerima bonus ini,” pungkas mantan Wakil Bupati Pidie itu.(mun/ran)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved